Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Pembangunan Manusia, Negara Hadir untuk Semua Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

Berita

Narasi Indonesia Cemas Tak Berdasar, Pemerintah Percepat Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan

badge-check


					Narasi Indonesia Cemas Tak Berdasar, Pemerintah Percepat Pemerataan dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Perbesar

JAKARTA — Narasi pesimistis yang digulirkan melalui kampanye “Indonesia Cemas” dinilai sebagai upaya sistematis untuk menciptakan kegaduhan politik dan mencoreng capaian pembangunan nasional. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gerakan seperti “Indonesia Gelap” dan seruan “Kabur Aja Dulu” bukanlah ekspresi murni keresahan rakyat, melainkan rekayasa politik yang disponsori oleh kelompok koruptor.

“Dan ternyata memang ini adalah rekayasa. Ini dibuat-buat. Ini dibayar. Oleh siapa? Oleh mereka-mereka yang ingin Indonesia selalu gaduh, Indonesia selalu miskin,” tegas Prabowo dalam pidatonya.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa narasi krisis yang digaungkan sejumlah pihak justru bertolak belakang dengan kondisi riil bangsa saat ini. Indonesia tengah memasuki era transformasi besar di bawah pemerintahan baru, dengan fokus utama pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang merata dan berkualitas.

“Indonesia cerah. Masa depan Indonesia cerah. Saya sudah lihat angka-angkanya. Kekayaan kita luar biasa, tinggal kita bisa mengelola atau tidak, tinggal kita berani atau tidak menjalankan perintah Undang-Undang Dasar,” ujar Prabowo.

Pemerintah secara konkret telah mempercepat program-program strategis di sektor pendidikan, mulai dari pembangunan sekolah-sekolah di daerah tertinggal, pelatihan guru, hingga perluasan akses pendidikan tinggi. Kebijakan ini merupakan respons nyata terhadap tantangan jangka panjang, bukan sekadar retorika.

Sementara itu, upaya provokatif seperti aksi bertajuk “Aksi Serentak” yang digalang oleh kelompok tertentu mulai 25–28 Juli mendatang dinilai minim substansi dan berisiko mengganggu stabilitas nasional. Tagar-tagar seperti #IndonesiaCemas dan #IndonesiaMakinGelap yang mereka sebarkan di media sosial dikritik luas karena tidak berdasar dan hanya bersifat agitasi politik.

Aktivis Corong Rakyat, Hasan, menilai bahwa Gerakan mahasiswa semestinya bersandar pada data, bukan hanya narasi gelap penuh pesimisme.

“Kita justru sedang menyongsong pemerintahan baru yang kuat dan sah, kenapa justru dipojokkan dengan narasi yang dibangun oleh elite tertentu?”, tegasnya.

Peneliti CIE, Muhammad Chaerul, turut menegaskan bahwa bangsa ini memerlukan stabilitas untuk mempercepat pemulihan dan pembangunan.

“Aksi jalanan bukan solusi. Pemerintah saat ini sedang bekerja membangun masa depan melalui pendidikan. Itu yang perlu didukung, bukan diganggu,” tegasnya.

[edRW]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

7 October 2026 - 06:54

Koperasi Merah Putih Pastikan Penempatan Manajer Berdasar Kebutuhan SDM

7 October 2026 - 06:54

Trending on Berita