Menu

Dark Mode
Insentif dan Program Belanja Nasional Perkuat UMKM dan Pelaku Ritel di Musim Liburan Insentif Liburan sebagai Bantalan Daya Beli dan Pendorong Pertumbuhan Diskon Tiket dan Belanja Jadi Paket Stimulus Pemerintah untuk Perkuat Konsumsi Nasional Pemerintah Beri Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Didiskon Hilirisasi Tahap II Bukti Keseriusan Pemerintah Bangun Ekonomi Berbasis Produksi Mengawal 13 Proyek Hilirisasi Baru, Indonesia Didorong Jadi Pusat Industri Bernilai Tambah

Berita

Presiden Prabowo Bawa Pulang Terobosan: Akses Indonesia Lebih Luas ke Pasar Eropa

badge-check


					Presiden Prabowo Bawa Pulang Terobosan: Akses Indonesia Lebih Luas ke Pasar Eropa Perbesar

Jakarta – Presiden RI Prabowo Subianto membawa pulang capaian penting dari lawatannya ke markas Uni Eropa di Brussel, Belgia. Dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Indonesia dan Uni Eropa berhasil menyepakati Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau IEU-CEPA.

“Hari ini kami telah mencapai sebuah terobosan. Setelah 10 tahun negosiasi, kami menyepakati sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas,” ujar Presiden Prabowo.

Kesepakatan tersebut akan membuka akses pasar yang jauh lebih besar bagi Indonesia, termasuk penghapusan hampir seluruh tarif perdagangan antara kedua pihak. Presiden Prabowo menegaskan bahwa hal ini adalah bentuk kemitraan yang saling menguntungkan dan strategis di tengah dinamika global.

“Kami telah mencapai banyak kesepakatan yang pada intinya saling mengakomodasi kepentingan ekonomi kedua pihak dan bersifat saling menguntungkan,” imbuhnya.

Ali Rif’an, Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia, menyebut keberhasilan Presiden Prabowo menuntaskan negosiasi CEPA sebagai langkah strategis yang memperluas ruang gerak ekonomi Indonesia.

“Prabowo menembus kebuntuan negosiasi CEPA yang sudah berlangsung lebih dari 10 tahun. Ini bukan sekadar pencapaian diplomasi, tetapi juga sinyal bahwa Indonesia sedang membangun arsitektur ekonomi luar negerinya secara lebih aktif dan berani,” kata Ali.

Ali menilai bahwa kesepakatan dengan Uni Eropa sangat penting bagi Indonesia, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap satu kekuatan ekonomi global seperti Amerika Serikat.

“Dengan CEPA, Indonesia tidak lagi hanya bergantung pada satu kekuatan besar seperti AS. Ini penting untuk kemandirian ekonomi kita di tengah gejolak geopolitik,” ujarnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa kesuksesan ini harus diikuti dengan kesiapan dalam negeri, termasuk dari sektor industri dan UMKM, untuk memenuhi standar tinggi pasar Eropa.

“Pintu sudah dibuka oleh Presiden. Sekarang tantangannya ada di dalam negeri: bagaimana pemerintah dan sektor swasta bisa memastikan produk Indonesia bisa masuk, bersaing, dan bertahan di pasar Eropa,” pungkasnya.

Lawatan Prabowo ke Eropa juga mencakup kunjungan ke Paris, Prancis, di mana ia menjadi tamu kehormatan dalam Hari Nasional Prancis, Bastille Day.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Diskon Tiket dan Belanja Jadi Paket Stimulus Pemerintah untuk Perkuat Konsumsi Nasional

17 June 2026 - 09:43

Pemerintah Beri Stimulus Libur Sekolah, Tiket Pesawat hingga Kereta Didiskon

17 June 2026 - 09:43

Baru, 13 Proyek Hilirisasi Sasar Energi, Minerba, dan Perkebunan Strategis Nasional

17 June 2026 - 09:43

Pemerintah Matangkan 13 Proyek Hilirisasi, Daerah Disiapkan Jadi Klaster Industri Baru

17 June 2026 - 09:43

BPJPH Percepat Sertifikasi Halal Gratis, Pasar UMKM Lebih Luas

17 June 2026 - 09:43

Trending on Berita