Menu

Dark Mode
Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

Berita

Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Gratis, Bukti Negara Peduli Anak Bangsa

badge-check


					Sekolah Rakyat Hadirkan Pendidikan Gratis, Bukti Negara Peduli Anak Bangsa Perbesar

Jakarta – Negara hadir dalam bentuk nyata ketika akses terhadap pendidikan tidak lagi menjadi barang mewah yang hanya bisa dijangkau segelintir kalangan. Kehadiran Sekolah Rakyat menjadi cermin kepedulian negara terhadap masa depan anak bangsa, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera atau daerah tertinggal.

Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan pembangunan 100 sekolah berasrama gratis setiap tahun, khusus diperuntukkan bagi anak-anak dari lapisan ekonomi terbawah.

“Langkah ini tidak hanya mencerminkan visi jangka panjang, tetapi juga menjadi strategi konkret untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.” ungkapnya

Presiden Prabowo menyadari bahwa kemiskinan tidak hanya tentang ekonomi, tapi juga tentang kesempatan yang tidak merata. Oleh sebab itu, membangun sistem pendidikan yang inklusif bukanlah pilihan, tapi kebutuhan mendesak bangsa.

“Perubahan besar hanya bisa tercapai dengan keberanian, kepemimpinan bersih, dan kemauan politik yang kuat,” tegas Presiden Prabowo.

Langkah Presiden Prabowo untuk membangun 100 sekolah berasrama gratis per tahun adalah terobosan besar dalam sejarah pendidikan nasional. Ini bukan sekadar angka, melainkan simbol keberpihakan nyata kepada rakyat kecil.

Sekolah Rakyat merupakan bentuk konkret intervensi sosial dalam dunia pendidikan. Di tengah tantangan kesenjangan pendidikan antara kota dan desa, antara kaya dan miskin, kehadiran sekolah ini memberikan harapan baru. Anak-anak yang sebelumnya terpaksa putus sekolah karena biaya, keterbatasan transportasi, atau minimnya fasilitas pendidikan di daerahnya, kini memiliki peluang untuk menempuh jenjang pendidikan formal yang layak.

Disamping itu, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono mengatakan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya soal akses pendidikan, tetapi bagian dari misi negara untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Pak Presiden tidak ingin kalau orangtuanya kurang mampu, orangtuanya miskin, anaknya ikut miskin. Kedua, Pak Presiden ingin memuliakan orang-orang yang kurang mampu,” kata Agus Jabo.

Sekolah Rakyat diharapkan bisa berkembang di lebih banyak wilayah di Indonesia. Saat ini, sebagian besar sekolah serupa masih terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu. Dengan perluasan jangkauan dan penambahan kapasitas, maka lebih banyak anak bangsa yang dapat merasakan manfaat dari pendidikan gratis dan bermutu.

*

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah Percepat Pembangunan Papua, Masyarakat Harus Jaga Kondusivitas

23 September 2026 - 02:12

Mahasiswa Apresiasi Kebijakan Transformatif Pemerintahan Prabowo-Gibran

23 September 2026 - 02:12

Komitmen Pemerintah Tangani Pelanggaran HAM Terus Berjalan, Masyarakat Diajak Jaga Kedamaian

23 September 2026 - 02:12

Trending on Berita