Menu ✖

Dark Mode
Pemuda Papua Didorong Jadi Penggerak Pembangunan dan Penguatan Ekonomi Daerah TNI Perkuat Stabilitas Papua Barat Daya Melalui Operasi Terukur di Maybrat Penyesuaian Upah 2027 Libatkan Pekerja dan Pengusaha Pemerintah Tegakkan Sanksi untuk Bersihkan Praktik Bermasalah di Pasar Modal Mudik Gratis Nataru Membantu Keluarga Menghemat Biaya Perjalanan Satgas Karhutla Lintas Negara Membuka Jalan Penegakan Hukum Lebih Kuat

Berita

TNI Perkuat Stabilitas Papua Barat Daya Melalui Operasi Terukur di Maybrat

badge-check


					TNI Perkuat Stabilitas Papua Barat Daya Melalui Operasi Terukur di Maybrat Perbesar

Maybrat – Upaya memperkuat stabilitas keamanan di Papua Barat Daya terus dilakukan melalui operasi terukur dengan mengedepankan pendekatan persuasif. Salah satunya ditunjukkan Satgas Yonif 9 Marinir Koops Habema yang berhasil mengamankan tiga anggota kelompok TPNPB-OPM Batalyon Aikum di Kampung Franeway, Distrik Aifat Timur Jauh, Kabupaten Maybrat, Selasa (28/10/2026).

Tiga orang yang diamankan masing-masing merupakan Komandan Batalyon Aikum, Matius Aisasior, wakilnya Yeremias Aisasior, serta seorang anggota bernama Zakarias Aikingking. Operasi tersebut menjadi bagian dari upaya aparat dalam menjaga kondusivitas wilayah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di Papua Barat Daya.

Panglima Kogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, mengatakan keberhasilan operasi tersebut merupakan hasil pemantauan intensif terhadap pergerakan kelompok bersenjata di sejumlah wilayah Papua Barat Daya.

“Berhasil menangkap Komandan Batalyon TPNPB OPM Aikum, Matius Aisasior, dan wakilnya, Yeremias Aisasior, serta satu orang anggotanya bernama Zakarias Aikingking,” ujar Lucky dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Pengamanan tersebut bermula ketika personel Yonif 9 Marinir memperoleh informasi mengenai keberadaan Matius yang sebelumnya menjadi target pencarian aparat. Matius diketahui bergerak meninggalkan tempat persembunyiannya di kawasan Hutan Aisnak, Distrik Moskona, Kabupaten Teluk Bintuni.

Menindaklanjuti informasi tersebut, prajurit Marinir yang telah memantau pergerakan kelompok itu segera melakukan operasi menuju sebuah rumah di Kampung Franeway. Berdasarkan hasil pemantauan, lokasi tersebut menjadi tempat berkumpulnya Matius bersama dua anggota lainnya.

Pelaksanaan operasi dilakukan dengan mengutamakan pendekatan persuasif. Personel Satgas Yonif 9 Marinir melakukan penyergapan secara terukur sehingga ketiga orang tersebut akhirnya menyerah tanpa melakukan perlawanan.

Letjen TNI Lucky Avianto menjelaskan bahwa Yeremias dan Zakarias telah berada di rumah tersebut sebelum kedatangan Matius.

“Dalam rumah tersebut, sudah ada Yeremias Aisasior beserta Zakarias Aikingking yang menunggu Matius Aisasior. Personel Yonif 9 Marinir langsung melakukan penyergapan secara persuasif, dan ketiganya akhirnya menyerah tanpa melakukan perlawanan,” tegas Lucky.

Keberhasilan operasi ini mencerminkan upaya aparat dalam memperkuat pengamanan wilayah melalui pemantauan, koordinasi, dan tindakan yang terukur. Stabilitas keamanan menjadi faktor penting untuk mendukung kelancaran aktivitas masyarakat serta keberlanjutan pembangunan di Papua Barat Daya.

Dengan penguatan pengamanan di sejumlah wilayah, situasi yang kondusif diharapkan semakin mendukung kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Papua. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemuda Papua Didorong Jadi Penggerak Pembangunan dan Penguatan Ekonomi Daerah

2 November 2026 - 03:03

Pemuda Papua Didorong Jadi Penggerak Pembangunan dan Penguatan Ekonomi Daerah

Penyesuaian Upah 2027 Libatkan Pekerja dan Pengusaha

2 November 2026 - 01:21

Pemerintah Tegakkan Sanksi untuk Bersihkan Praktik Bermasalah di Pasar Modal

2 November 2026 - 01:21

Pemerintah Pastikan Upah 2027 Pertimbangkan Kebutuhan Hidup Layak

2 November 2026 - 01:21

Pemerintah Perkuat Reformasi Pasar Modal untuk Pulihkan Kepercayaan Investor

2 November 2026 - 01:21

Trending on Berita