Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Rakyat Jadi Prioritas Menuju Indonesia Sejahtera Dua Tahun Prabowo-Gibran, Resiliensi Makroekonomi di Tengah Fragmentasi Geopolitik Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Politik Ungkap Mayoritas Publik Puas Ekonom INDEF dan Pengamat Politik Apresiasi Capaian Prabowo-Gibran Jaga Daya Beli Rakyat

Berita

Guru Besar FEB UKI: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional

badge-check


					Guru Besar FEB UKI: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci Indonesia Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional Perbesar

Jakarta – Sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global. Koordinasi pemerintah dan Bank Indonesia dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat agar pertumbuhan ekonomi tetap berkelanjutan.

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Kristen Indonesia (FEB UKI), Prof. Wilson Rajagukguk, mengapresiasi langkah pemerintah dalam mempertahankan stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan strategis. Menurutnya, koordinasi antara otoritas fiskal dan moneter merupakan fondasi penting untuk menghadapi tekanan ekonomi global.

“Pemerintah sudah melaksanakan lima pilar, yaitu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan sektor eksternal, mengelola kecukupan likuiditas, pengendalian inflasi, pendalaman pasar,” ujar Wilson.

Ia menilai kelima pilar tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas indikator makroekonomi, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor riil, meningkatkan investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Wilson turut menekankan pentingnya kerja sama antara Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia. Keselarasan kedua otoritas tersebut diperlukan agar kebijakan ekonomi dapat berjalan efektif dan memberikan kepastian bagi dunia usaha maupun masyarakat.

“Yang pertama, pertama-tama dua-duanya harus kompak,” tegasnya.

Menurut Wilson, stabilitas nilai tukar rupiah juga perlu menjadi perhatian utama. Pergerakan kurs merupakan bagian dari mekanisme pasar, tetapi perubahan yang terlalu tajam berpotensi mengganggu perencanaan bisnis dan perdagangan internasional.

“Yang penting kita jaga stabil dia,” katanya mengenai nilai tukar rupiah.

Selain pengendalian inflasi dan nilai tukar, Wilson memandang besarnya pasar domestik sebagai kekuatan ekonomi Indonesia. Jumlah penduduk yang besar menciptakan permintaan konsumsi yang dapat membantu mempertahankan aktivitas ekonomi ketika tekanan eksternal meningkat.

Namun, ia mengingatkan ketahanan ekonomi jangka panjang tidak cukup hanya mengandalkan konsumsi masyarakat. Pemerintah perlu terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, serta membangun kepastian pendapatan masyarakat.

Dengan kombinasi stabilitas makroekonomi, koordinasi kebijakan yang solid, dan peningkatan produktivitas nasional, Indonesia diharapkan semakin mampu menghadapi gejolak global sekaligus memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

Wilson juga menilai kebijakan ekonomi harus memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Stabilitas harga, tersedianya pekerjaan, dan peningkatan penghasilan menjadi unsur penting untuk memperkuat konsumsi rumah tangga, sekaligus menciptakan fondasi pertumbuhan lebih berkualitas.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN Nilai Fondasi Ekonomi Nasional Semakin Kuat

23 October 2026 - 02:26

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Penguatan SDM dan Ketahanan Ekonomi Jadi Modal Pembangunan

23 October 2026 - 02:26

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pengamat Politik Ungkap Mayoritas Publik Puas

23 October 2026 - 02:26

Ekonom INDEF dan Pengamat Politik Apresiasi Capaian Prabowo-Gibran Jaga Daya Beli Rakyat

23 October 2026 - 02:26

Dua Tahun Prabowo-Gibran, DEN : Digitalisasi Bansos Perluas Perlindungan Sosial

23 October 2026 - 02:26

Trending on Berita