Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Memperkuat Fondasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat Ketegasan Politik dan Terobosan Ekonomi Mengantar Dua Tahun Kepemimpinan Prabowo Gibran Menuju Kedaulatan Bangsa 2 Tahun Pragib, Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Jadi Modal Hadapi Ketidakpastian Global Guru Besar Ekonomi: Stabilitas Politik, Kepastian Hukum, dan Optimisme Publik Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional Pengamat Ekonomi: Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Turbulensi Global Pakar Ekonomi Sebut Dua Tahun Pragib, Pemerintah Perkuat Ekonomi Pedesaan lewat Sinergi MBG dan KDMP

Berita

Koperasi Merah Putih Dekatkan Akses Pupuk Subsidi bagi Petani

badge-check


					Koperasi Merah Putih Dekatkan Akses Pupuk Subsidi bagi Petani Perbesar

Jakarta – Pemerintah memperluas akses petani terhadap pupuk bersubsidi melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Skema ini ditujukan untuk mempersingkat rantai distribusi, memudahkan penebusan, serta memastikan petani memperoleh pupuk dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, penyaluran melalui KDKMP memungkinkan pupuk dari PT Pupuk Indonesia langsung diterima koperasi tanpa perantara tambahan. Petani yang memenuhi ketentuan dapat menebus pupuk dengan menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

“Dari pupuk (Pupuk Indonesia) langsung ke sini (KDKMP), jadi nggak ada lagi perantara. Syaratnya KTP saja. Semua barang-barang subsidi nanti di sini, untuk menyuplai kebutuhan warga biar tidak ada tengkulaknya. Harganya, harga dari pusat,” ujar Zulkifli.

Untuk memastikan kesiapan layanan, pemerintah mulai memantau operasional 10.070 titik KDKMP sejak 15 Oktober 2026. Zulkifli mengatakan, pemantauan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden agar kesiapan koperasi diperiksa langsung di lapangan.

“Pemantauan serentak merupakan tindak lanjut arahan presiden agar kesiapan koperasi dipantau dan dimonitor secara langsung di lapangan, termasuk ketersediaan barang dan sarana pendukung operasional,” katanya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi menegaskan, perusahaan berkomitmen menjaga kelancaran distribusi pupuk bersubsidi melalui jaringan KDKMP. Upaya tersebut diharapkan mendekatkan layanan kepada petani sekaligus mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Komitmen kami adalah menjaga kelancaran penyaluran pupuk subsidi guna mendukung produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional,” jelas Rahmad.

Manfaat skema tersebut turut dirasakan petani di Boyolali, Jawa Tengah. Warjito, salah seorang petani setempat, mengatakan koperasi memberikan alternatif penebusan bagi petani terdaftar yang sebelumnya terkendala kepemilikan kartu tani.

“Kami dari petani merasa tertolong sekali,” ujar Warjito. Ia mengapresiasi penyediaan pupuk bersubsidi melalui KDKMP di Boyolali.

“Alhamdulillah sekali dari petani mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang telah mendirikan KDKMP bahkan menyediakan pupuk bersubsidi untuk petani di Kabupaten Boyolali dan ini sangat menolong sekali, terima kasih,” katanya.

Berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Pangan per 14 Oktober 2026, sebanyak 83.363 KDKMP telah berbadan hukum dan 28.240 titik telah selesai dibangun. Pemerintah mendorong percepatan operasional agar koperasi semakin mudah diakses masyarakat dan mampu mendukung kebutuhan petani di daerah. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Guru Besar Ekonomi: Stabilitas Politik, Kepastian Hukum, dan Optimisme Publik Kunci Ketahanan Ekonomi Nasional

22 October 2026 - 01:58

2 Tahun Pragib, Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Jadi Modal Hadapi Ketidakpastian Global

22 October 2026 - 01:58

Pengamat Ekonomi: Stabilitas Makro Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Turbulensi Global

22 October 2026 - 01:58

Pakar Ekonomi Sebut Dua Tahun Pragib, Pemerintah Perkuat Ekonomi Pedesaan lewat Sinergi MBG dan KDMP

22 October 2026 - 01:58

Akademisi Nilai Program Investasi dan Program Sosial Pragib Perkuat Fondasi Ekonomi Nasional

22 October 2026 - 01:58

Trending on Berita