Menu ✖

Dark Mode
Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat Karhutla Ditekan lewat Modifikasi Cuaca dan Penguatan Pengawasan Hutan

Berita

Tahun 2027, CNG Didorong Kurangi Ketergantungan pada LPG Impor

badge-check


					Tahun 2027, CNG Didorong Kurangi Ketergantungan pada LPG Impor Perbesar

Jakarta �� Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan penerapan gas alam terkompresi atau compressed natural gas (CNG) dalam tabung berkapasitas 3 kilogram (kg) mulai 2027. CNG disiapkan sebagai alternatif LPG 3 kg bagi rumah tangga dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, uji coba penggunaan CNG telah berlangsung selama satu bulan. Pemerintah kini mengevaluasi hasil pengujian, termasuk aspek teknis dan penyusunan skema bisnis sebelum menentukan mekanisme penerapannya kepada masyarakat.

��Jadi, ini nanti akan memakan waktu beberapa bulan lagi, sehingga kita harapkan 2027 sudah bisa diimplementasikan, insyaallah,�� ujar Laode.

Pemerintah juga mempersiapkan pengadaan tabung CNG untuk mendukung implementasi program. Menurut Laode, kontrak pengadaan tabung dari Tiongkok mencakup s0 ribu unit.

Rencana pemanfaatan CNG telah disiapkan secara bertahap sejak 2026. Pada Mei, pemerintah mengungkapkan rencana penerapan awal di sejumlah kota besar di Pulau Jawa. Selanjutnya, pada September, Kementerian ESDM menegaskan CNG sebagai alternatif untuk mengurangi konsumsi LPG 3 kg mulai 2027.

Pada periode yang sama, uji coba terbatas dilakukan di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), dengan melibatkan pelaku UMKM untuk menguji kesiapan penggunaan CNG dalam kegiatan usaha.

Aspek keselamatan menjadi perhatian utama mengingat tekanan CNG mencapai sekitar 200��250 bar, jauh lebih tinggi dibandingkan LPG yang berkisar 5��10 bar. Evaluasi awal menunjukkan perlunya kendaraan berb bak tertutup untuk mendukung keamanan pengangkutan tabung.

Meski tanggal penerapan, harga jual, dan mekanisme distribusi belum ditetapkan, pemerintah terus mematangkan kesiapan teknis serta skema bisnis sebelum kebijakan resmi diumumkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dengan persiapan yang matang, pemanfG diharapkan memperluas pilihan energi bagi masyarakat, memperkuat ketahanan energi nasional, serta membuka peluang pengurangan ketergantungan impor LPG secara bertahap. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Koreksi IHSG Bukan Cerminan Pelemahan Fundamental Ekonomi Nasional

20 October 2026 - 01:15

Sentimen MSCI Jadi Momentum Pembenahan Pasar Modal dan Penguatan IHSG

20 October 2026 - 01:14

Fundamental Ekonomi Kuat, Tekanan IHSG akibat Sentimen MSCI Hanya Sementara

20 October 2026 - 01:14

Usulan MSCI Belum Final, Investor Diimbau Tenang Sikapi Fluktuasi IHSG

20 October 2026 - 01:14

Karhutla Ditekan, Pengawasan Perusahaan di Lahan Gambut Diperketat

20 October 2026 - 01:14

Trending on Berita