Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Papua Kecam Aksi OPM, Kekerasan terhadap Warga Sipil Tak Bisa Ditoleransi BBM Tersedia, Pemerintah Memastikan Distribusi Menjangkau Semua Daerah Penguatan Armada Distribusi BBM Menjadi Langkah Penting Menjaga Pasokan Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Tambah Armada Pengangkut Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi Terus Diperkuat Pemerintah Terus Mendengar Kebutuhan Warga dalam Penanganan Karhutla

Berita

BGN Uji Model Prasmanan di Sekolah untuk Jaga Kesegaran dan Kualitas MBG

badge-check


					BGN Uji Model Prasmanan di Sekolah untuk Jaga Kesegaran dan Kualitas MBG Perbesar

Jakarta — Badan Gizi Nasional (BGN) mulai menguji coba model prasmanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lebih dari 60 dapur layanan. Skema ini diharapkan dapat memangkas waktu tunggu makanan sehingga sajian yang diterima siswa tetap hangat, segar, dan lebih aman dikonsumsi.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, pola penyajian prasmanan menjadi salah satu model yang tengah dikaji untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG. Dalam skema tersebut, makanan dibawa langsung ke kelas dan disajikan kepada penerima manfaat.

“Per tanggal 5 Oktober kita sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas,” ujar Sudaryono.

Model yang mengadopsi pendekatan central kitchen itu juga dikembangkan dengan mempelajari sistem penyediaan makanan sekolah di Jepang.

Menurut Sudaryono, salah satu keuntungan utama skema tersebut adalah berkurangnya jeda antara proses memasak dan waktu makan. Hal itu dinilai penting untuk menjaga rasa, kesegaran, sekaligus keamanan makanan.

“Kita harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu. Sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan,” katanya.

Selain menjaga kualitas dan keamanan pangan, model prasmanan dinilai berpotensi mengurangi makanan terbuang karena siswa dapat mengambil porsi sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Pendiri sekaligus Pembina Pondok Pesantren Segoro Agung, KH Bimo Agus Sunarno, mengapresiasi langkah BGN menguji model tersebut. Menurutnya, prasmanan juga memiliki nilai pendidikan yang dapat memperkuat pembentukan karakter anak.

“Uji coba ini merupakan langkah yang baik karena MBG tidak hanya berbicara tentang pemenuhan gizi, tetapi juga dapat menjadi ruang pendidikan karakter bagi anak-anak. Dari meja makan, mereka bisa belajar berbagi, disiplin, dan jujur,” ujar KH Bimo.

Ia menambahkan, anak-anak dapat belajar mengantre, mengambil makanan secara tertib, menyesuaikan porsi dengan kebutuhan, serta menghargai hak teman-temannya.

“Mereka belajar mengantre, mengambil makanan sesuai kebutuhannya, tidak berlebihan, serta menghargai hak teman-temannya,” katanya.

BGN akan terus mengevaluasi uji coba tersebut untuk memastikan model prasmanan tetap memenuhi standar gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta mendukung tujuan utama Program MBG. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Papua Kecam Aksi OPM, Kekerasan terhadap Warga Sipil Tak Bisa Ditoleransi

22 October 2026 - 05:58

Stok BBM Nasional Aman, Pemerintah Tambah Armada Pengangkut

22 October 2026 - 05:58

Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Distribusi Terus Diperkuat

22 October 2026 - 05:58

Penanganan Karhutla Terus Diintensifkan, Pemerintah Perkuat Koordinasi Lapangan

22 October 2026 - 05:58

Pemerintah Tak Kendur Tangani Karhutla, Upaya Pemadaman Terus Diperkuat

22 October 2026 - 05:58

Trending on Berita