Jakarta – Pemerintah mendorong ekonomi olahraga menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pengembangan sektor ini diarahkan agar tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, menggerakkan pariwisata, serta memperluas aktivitas industri kreatif dan UMKM.
Pemerintah melihat penyelenggaraan pertandingan dan event olahraga memiliki efek ekonomi yang luas karena melibatkan transportasi, akomodasi, kuliner, promosi, perlengkapan, jasa profesional, hingga sektor kreatif.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut peluang tersebut dapat diperkuat melalui dukungan investasi dan pengembangan sektor pariwisata.
“Peluang pertumbuhan ekonomi baru yang dapat didorong oleh Danantara, termasuk penguatan sektor pariwisata melalui penyelenggaraan event olahraga, konser musik, hingga industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, dan meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” kata Teddy.
Pengembangan ekonomi olahraga mulai terlihat melalui Indonesia Sports Summit 2026 yang menghadirkan Sports Industry Job Fair & Career Hub di Jakarta pada September 2026. Kegiatan tersebut membuka ribuan peluang kerja dari berbagai lini industri olahraga.
Peluang kerja yang tersedia tidak hanya berkaitan dengan atlet dan pelatih, tetapi juga tenaga pemasaran, pengelola event, instruktur kebugaran, pengelola fasilitas, produksi perlengkapan olahraga, media, serta berbagai jasa pendukung.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pembinaan prestasi melalui program pelatnas jangka panjang. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya pola pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Persiapan atlet tidak dapat dilakukan secara instan dan membutuhkan perencanaan tahunan,” ujar Erick.
Pembinaan jangka panjang dinilai dapat memperkuat ekosistem olahraga karena membutuhkan dukungan pelatih, tenaga medis, sport science, fasilitas, kompetisi, sponsor, serta industri pendukung.
Dalam dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, arah tersebut menempatkan olahraga semakin dekat dengan agenda transformasi ekonomi nasional. Penguatan investasi, industri lokal, event olahraga, pariwisata, serta pembinaan atlet diharapkan dapat berjalan dalam satu ekosistem.
Jika dikembangkan secara konsisten, ekonomi olahraga berpotensi tidak hanya menghasilkan prestasi, tetapi juga menciptakan pasar baru, memperluas lapangan kerja, meningkatkan aktivitas usaha, dan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional. (*)






