Menu ✖

Dark Mode
Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya Sekolah Rakyat Terintegrasi, Pendidikan yang Bermartabat Sekolah Rakyat Terintegrasi Dinilai Berhasil Tingkatkan Disiplin dan Kepercayaan Diri Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi Jakarta Tunjukkan Perkembangan Peserta Didik Pemerintah Siapkan Insentif Tekstil untuk Mendorong Ekspor dan Investasi Tax Holiday Industri Tekstil Dapat Menjadi Momentum Mendorong Investasi dan Lapangan Kerja

Berita

Insentif Tax Holiday Industri Tekstil Dorong Investasi dan Jaga Daya Saing

badge-check


					Insentif Tax Holiday Industri Tekstil Dorong Investasi dan Jaga Daya Saing Perbesar

Jakarta – Pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif perpajakan bagi industri tekstil dan garmen yang berorientasi ekspor. Kebijakan tersebut ditujukan untuk mengurangi beban usaha, mendorong investasi, menjaga keberlangsungan produksi, serta memperkuat daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global. Fasilitas yang dibahas mencakup pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kegiatan outsourcing dan percepatan proses restitusi pajak.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, rencana tersebut telah dibahas bersama Menteri Keuangan. Saat ini, pemerintah masih melakukan kajian mengenai bentuk dan mekanisme kebijakan yang akan diterapkan.

“Pembahasannya sudah dilakukan bersama Menteri Keuangan. Saat ini masih dalam proses kajian. Dalam waktu dekat, beberapa industri akan mendapatkan kemudahan sesuai arahan Presiden dan kami berharap kebijakan tersebut dapat diterapkan tahun ini,” kata Airlangga.

Menurut Airlangga, fasilitas PPN untuk kegiatan outsourcing diperlukan karena industri tekstil memiliki pola produksi yang mengikuti permintaan pasar ekspor. Pesanan dari pasar internasional dapat berubah berdasarkan musim sehingga kebutuhan produksi dan tenaga kerja perusahaan tidak selalu sama.

“Insentifnya berkaitan dengan outsourcing. Industri tekstil memiliki siklus produksi yang berbeda karena perusahaan yang berorientasi ekspor menerima pesanan berdasarkan musim, seperti winter, summer, autumn, dan fall,” jelasnya.

Perubahan volume pesanan tersebut membuat perusahaan tekstil terkadang membutuhkan tenaga outsourcing untuk menyesuaikan kapasitas produksi. Pemerintah kemudian membahas kemungkinan pemberian fasilitas PPN terhadap kegiatan tersebut.

Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan percepatan restitusi pajak bagi perusahaan tekstil berorientasi ekspor. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pengembalian kelebihan pembayaran pajak dan membantu menjaga arus kas perusahaan.

“Perusahaan yang berorientasi ekspor biasanya mengajukan restitusi. Karena itu, proses restitusi tersebut diharapkan tidak membutuhkan waktu yang terlalu panjang,” kata Airlangga.

Evaluasi ketentuan PPN sebelumnya turut dibahas setelah rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah menilai evaluasi diperlukan untuk menjaga daya saing industri tekstil dan garmen nasional.

Sementara itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif rencana tersebut. Menurutnya, insentif dapat membantu perusahaan tekstil menghadapi tekanan usaha. Dukungan pemerintah penting karena industri tekstil merupakan sektor padat karya yang berperan dalam penyerapan tenaga kerja.

“Insentif itu akan menyasar perusahaan tekstil, tidak hanya BUMN tapi juga swasta,” ujarnya.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap industri tekstil dapat mempertahankan produksi, memperkuat investasi, memenuhi kebutuhan ekspor, dan menjaga keberlanjutan lapangan kerja. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Konsep Sekolah Rakyat Terintegrasi: Pendidikan Tak Lagi Terhambat Jarak dan Biaya

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo dan Asta Cita Perlu Dijaga sebagai Agenda Menuju Indonesia Emas

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo, Asta Cita Dianggap Bisa Gerakkan Ekonomi Masyarakat

26 September 2026 - 00:00

Pemerintah Pastikan Stok BBM Aman di Tengah Ketidakpastian Minyak Dunia

26 September 2026 - 00:00

Jelang 2 Tahun Prabowo Menjadi Ruang Mengawal Asta Cita agar Tepat Sasaran

26 September 2026 - 00:00

Trending on Berita