Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi Disiapkan di Kawasan Industri untuk Kesejahteraan Pekerja Pemerintah Integrasikan Rumah Subsidi dengan Pusat Industri Nasional Rumah Subsidi di Kawasan Industri Membuktikan Negara Hadir untuk Pekerja Rumah Subsidi di Kawasan Industri, Mengurangi Biaya Transportasi Harian Pekerja Pemerintah Pastikan APBN On Track dengan Defisit Tetap Terkendali APBN On Track, Pemerintah Komitmen Jalankan Fiskal Sesuai Undang-Undang

Berita

APBN On Track, Pemerintah Komitmen Jalankan Fiskal Sesuai Undang-Undang

badge-check


					APBN On Track, Pemerintah Komitmen Jalankan Fiskal Sesuai Undang-Undang Perbesar

Jakarta – Pemerintah memastikan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 terus berjalan sesuai arah kebijakan yang telah ditetapkan dan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa perkembangan APBN hingga akhir Agustus 2026 menunjukkan kinerja yang relatif sesuai dengan arah yang telah direncanakan pemerintah.

“Perjalanan APBN-nya relatively on track,” ujar Suahasil.

Menurutnya, pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan pendapatan dan belanja negara agar pelaksanaan anggaran tetap sejalan dengan target yang telah ditetapkan.

Hingga akhir Agustus 2026, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.055,6 triliun atau sekitar 65,2 persen dari target, sementara belanja negara telah mencapai Rp2.295,7 triliun atau sekitar 59,7 persen dari pagu anggaran.

Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN tercatat sekitar Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah terus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan pembangunan dengan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan negara.

Suahasil menegaskan bahwa pemerintah tetap menjadikan ketentuan fiskal dalam peraturan perundang-undangan sebagai pedoman utama.

“Kami menggunakan 3 persen sebagai maksimum defisit APBN,” katanya.

Komitmen terhadap disiplin fiskal juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan APBN sebagai instrumen penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Kita tidak memilih antara pertumbuhan dan kehati-hatian. Kita memilih kedua-duanya,” ujar Presiden.

Presiden juga menekankan pentingnya memastikan setiap penggunaan anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Setiap rupiah harus memiliki tujuan,” tegas Presiden.

Prinsip tersebut menjadi landasan dalam mendorong belanja negara yang semakin efektif, efisien, produktif, dan tepat sasaran, terutama untuk mendukung program prioritas pemerintah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah juga terus memperkuat kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran melalui pengawasan terhadap realisasi belanja, optimalisasi penerimaan negara, serta pengelolaan pembiayaan yang prudent.

Langkah tersebut diperlukan agar APBN tidak hanya mampu menjaga stabilitas fiskal, tetapi juga tetap responsif terhadap dinamika ekonomi nasional maupun global.

Pemerintah berkomitmen menjaga keuangan negara dengan berpedoman pada Undang-Undang, sehingga APBN dapat terus menjadi instrumen yang efektif dalam memperkuat perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi Disiapkan di Kawasan Industri untuk Kesejahteraan Pekerja

25 September 2026 - 00:58

Pemerintah Integrasikan Rumah Subsidi dengan Pusat Industri Nasional

25 September 2026 - 00:58

Pemerintah Pastikan APBN On Track dengan Defisit Tetap Terkendali

25 September 2026 - 00:58

Pemerintah Salurkan Air Bersih Hadapi El Nino dan Kekeringan

25 September 2026 - 00:58

El Nino Picu Kekeringan, Pemerintah Perkuat Distribusi Air Bersih

25 September 2026 - 00:58

Trending on Berita