Menu

Dark Mode
Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif Investasi 2027 Didorong Perkuat Hilirisasi dan Industri Lokal

Berita

Penanganan Karhutla Diperkuat di Riau, Sumsel, Jambi, dan Kalimantan

badge-check


					Penanganan Karhutla Diperkuat di Riau, Sumsel, Jambi, dan Kalimantan Perbesar

Jakarta — Pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas di Sumatera dan Kalimantan. Penguatan dilakukan melalui operasi darat dan udara, pemantauan titik panas, patroli, pemadaman, pendinginan, serta operasi modifikasi cuaca untuk mencegah kebakaran meluas di tengah kondisi cuaca kering.

Penanganan dilakukan secara terpadu dengan menyesuaikan pengerahan personel dan sarana berdasarkan kondisi lapangan serta tingkat risiko kebakaran.

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa penanganan karhutla dilaksanakan secara terpadu melalui operasi pemadaman darat dan udara. Upaya water bombing terus dilakukan untuk menjangkau titik api yang sulit diatasi melalui jalur darat. Selain itu, operasi modifikasi cuaca disiapkan bersama BNPB dan BMKG guna mendukung pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

“Seperti yang diperintahkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto, kita semua TNI, Polri, BNPB, Kementerian Kehutanan, OIKN, dan masyarakat bahu-membahu agar api jangan sampai masuk ke zona inti IKN,” ujar Menteri Kehutanan.

Menko Polkam Jenderal TNI (Purn), Djamari Chaniago meminta penanganan karhutla dilakukan secara terukur dengan mengarahkan personel dan peralatan ke wilayah yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi.

Pemetaan kawasan rawan serta prediksi lokasi kemunculan titik api diperlukan untuk memastikan penggunaan sumber daya berjalan efektif. Di sisi lain, langkah pencegahan dan pengawasan terhadap aktivitas pembakaran juga terus diperkuat.

“Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang bekerja dalam pemadaman dan upaya penanganan yang terus dipercepat,” kata Djamari Chaniago.

Di Riau dan Sumatera Selatan, pemantauan hotspot, patroli, pemadaman darat, serta dukungan operasi udara terus dilakukan untuk mencegah api meluas, terutama pada kawasan gambut yang memerlukan pendinginan secara menyeluruh.

Di Jambi, BPBD Provinsi Jambi memperkuat penanganan karhutla melalui berbagai strategi di lapangan. Salah satunya dengan mengoptimalkan satgas darat melalui pembuatan sekat bakar dan kegiatan pendinginan secara intensif di kawasan rawan, terutama pada lahan gambut.

“Penambahan personel diperlukan untuk perkuat proses pendinginan, terutama pada area yang sebelumnya telah berhasil dipadamkan. Selain itu, upaya pencegahan meluasnya kebakaran dilakukan dengan membuat sekat bakar menggunakan alat berat berupa ekskavator,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah.

Sementara di Kalimantan, pengendalian diperkuat melalui pemantauan hotspot, pemadaman darat, water bombing, dan operasi modifikasi cuaca.

Pemerintah bersama TNI, Polri, BNPB, BPBD, Kementerian Kehutanan, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan masyarakat terus mengintegrasikan pencegahan, pemadaman, serta mitigasi guna mengendalikan karhutla dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat serta lingkungan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif

24 September 2026 - 05:36

Trending on Berita