Menu

Dark Mode
Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif Investasi 2027 Didorong Perkuat Hilirisasi dan Industri Lokal

Berita

Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas

badge-check


					Pemerintah Pantau Erupsi Anak Krakatau, Keselamatan Masyarakat Jadi Prioritas Perbesar

Pemerintah memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) beserta potensi dampak erupsinya.

Presiden Prabowo Subianto terus memantau perkembangan aktivitas vulkanik tersebut.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari, mengatakan, pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang.

“Bapak Presiden dan pemerintah memantau secara cermat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau beserta setiap potensi dampaknya. Seluruh pemantauan dilakukan berdasarkan data dan rekomendasi lembaga teknis yang berwenang,” kata Qodari.

Qodari menegaskan pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian dalam setiap langkah penanganan, termasuk mitigasi dampak erupsi dan penyesuaian aktivitas transportasi.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat adalah prioritas utama Bapak Presiden dan pemerintah. Seluruh langkah penanganan, termasuk mitigasi terhadap dampak erupsi dan penyesuaian aktivitas transportasi sebagaimana tadi sudah disampaikan juga oleh Bapak Menteri Perhubungan, dilakukan dengan prinsip penuh kehati-hatian,” ujarnya.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang dan waspada selama abu vulkanik masih turun. Warga diminta menggunakan masker, mengenakan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan, serta menutup pintu dan jendela.

“Bapak Presiden dan pemerintah mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan waspada selama abu vulkanik masih turun,” kata Qodari.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengatakan, keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam penanganan dampak erupsi terhadap penerbangan.

“Keselamatan dan keamanan masyarakat menjadi prioritas pemerintah dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu operasional transportasi, termasuk penerbangan di sejumlah wilayah,” kata Dudy.

Berdasarkan NOTAM A3348/26, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara pada 6 September 2026 pukul 13.23–17.30 WIB akibat sebaran abu vulkanik. Sejumlah bandara lain juga mengalami penutupan sementara.

Gangguan tersebut berdampak pada sekitar 150.000 penumpang dan 467 penerbangan, terdiri atas 58 penerbangan internasional dan 409 penerbangan domestik.

Dudy menegaskan bandara tidak akan dipaksakan beroperasi apabila kondisi abu vulkanik masih membahayakan penerbangan.

“Apabila memang seperti tadi, masa sebaran masih banyak, kemudian paper test-nya masih positif, maka kami tidak akan memaksakan bandara tersebut dibuka atau pengoperasian pesawat dilakukan,” ujarnya.

Pemerintah juga meminta maskapai memberikan informasi secara cepat dan transparan, memenuhi hak penumpang, serta menyiapkan opsi pengalihan penerbangan ke sejumlah bandara lain.

“Kita akan membuka kalau memang kita jamin bahwa kondisi keselamatan itu sudah bisa kita ketahui dengan pasti,” tegas Dudy.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Investasi 2027 Dipatok Rp2.322 Triliun, Pemerintah Dorong Hilirisasi hingga Industri Lokal

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Manufaktur hingga Pariwisata Bisa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Produktif dan Hilirisasi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Nasional

24 September 2026 - 05:36

Ekonom: Investasi Nasional Perkuat Pertumbuhan Ekonomi dan Hilirisasi

24 September 2026 - 05:36

Investasi Gerakkan Industri Lokal dan UMKM, Ekonomi Daerah Makin Produktif

24 September 2026 - 05:36

Trending on Berita