Menu ✖

Dark Mode
KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen Pemerintah Antisipasi Tekanan Global, Defisit APBN Dijaga di Bawah Batas

Berita

Pemerintah Siagakan Kekuatan Darat dan Udara Tangani Karhutla

badge-check


					Pemerintah Siagakan Kekuatan Darat dan Udara Tangani Karhutla Perbesar

Jakarta – Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah dengan mengerahkan kekuatan darat dan udara.

Langkah ini dilakukan menyusul kembali munculnya titik panas dan kebakaran di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Dukungan udara diperkuat dengan pengerahan tiga pesawat Casa NC-212 milik Skadron Udara 4 TNI Angkatan Udara (AU) untuk mendukung operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan.

Kadispenau Marsma TNI, I Nyoman Suadnyana, mengatakan tiga pesawat tersebut diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

“Tiga pesawat terbang dari Lanud Abdulrachman Saleh Jumat ini menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat dukungan penanganan karhutla di wilayah tersebut,” kata Nyoman.

Menurut dia, pengerahan pesawat menjadi bentuk dukungan TNI AU terhadap OMC sekaligus menambah kekuatan armada yang telah berada di Kalimantan.

Saat ini terdapat 20 pesawat berbagai jenis yang mendukung penanganan karhutla di wilayah tersebut, termasuk pesawat OMC dan 12 helikopter besar untuk operasi water bombing.

Nyoman mengatakan dukungan tersebut diharapkan semakin optimal dalam membantu mengurangi dampak kabut asap.

Sebelumnya, sebanyak 42 pesawat dikerahkan ke enam provinsi yang memiliki potensi karhutla, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Di sisi darat, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, mengatakan pemerintah mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk operasi terpadu di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Operasi terpadu pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, dengan penanganan yang disesuaikan berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan,” kata

Operasi darat mencakup pemantauan hotspot, patroli, pemeriksaan lapangan, pemadaman, pembasahan, pendinginan, serta penyekatan lokasi terbakar.

Pemerintah juga memperkuat ketersediaan sumber air melalui pembangunan dan pengaktifan sumur bor, terutama karena kondisi kering membuat sumber air permukaan semakin terbatas.

BNPB turut memperkuat satgas darat dan udara di enam provinsi prioritas. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan helikopter telah digunakan untuk patroli, OMC, dan water bombing sesuai kebutuhan di lapangan.

BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, memperkuat deteksi dini, serta memastikan kesiapan sarana pemadaman.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran di wilayah rawan dan segera melaporkan kebakaran agar dapat ditangani dengan cepat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas

25 October 2026 - 00:04

Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi

25 October 2026 - 00:04

Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen

25 October 2026 - 00:04

Trending on Berita