Menu ✖

Dark Mode
KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen Pemerintah Antisipasi Tekanan Global, Defisit APBN Dijaga di Bawah Batas

Berita

Pidato Kenegaraan Prabowo, Capaian Ekonomi hingga Investasi SDM Jadi Fondasi Indonesia Maju

badge-check


					Pidato Kenegaraan Prabowo, Capaian Ekonomi hingga Investasi SDM Jadi Fondasi Indonesia Maju Perbesar

Jakarta – Pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi momentum penting untuk menyampaikan pertanggungjawaban pemerintah kepada masyarakat sekaligus memperkuat optimisme terhadap arah pembangunan nasional. Sidang Tahunan juga menjadi ruang untuk menunjukkan kematangan demokrasi melalui semangat kebersamaan di tengah perbedaan politik.

Guru Besar Ilmu Komunikasi Politik UIN Jakarta Gun Gun Heryanto mengatakan, substansi utama pidato kenegaraan bukan terletak pada kejutan yang disampaikan Presiden, melainkan pada akuntabilitas pemerintah atas berbagai kebijakan dan program yang telah dijalankan selama setahun terakhir.

“Pidato kenegaraan bukan soal kejutannya apa, tetapi bentuk tanggung jawab Presiden kepada rakyat. Satu tahun yang sudah dieksekusi perlu dilaporkan kepada publik,” ujar Gun Gun.

Menurutnya, Sidang Tahunan juga dapat menjadi momentum untuk memperlihatkan bahwa demokrasi Indonesia berjalan semakin matang. Perbedaan dalam kontestasi politik tidak seharusnya menghilangkan ruang bagi para pemimpin bangsa untuk bertemu dan membangun kebersamaan dalam momentum kenegaraan.

“Kontestasi itu biasa, tetapi ada momentum kebangsaan ketika semua bisa hadir bersama. Itu hakikat demokrasi, berkompetisi dan membangun sinergi di sisi lain,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Astrio Feligent menilai pidato kenegaraan menjadi momentum bagi Presiden Prabowo untuk menyampaikan capaian sekaligus tantangan yang masih dihadapi pemerintah. Menurutnya, seluruh pihak perlu objektif dalam melihat berbagai perkembangan selama satu tahun terakhir.

“Semua pihak harus objektif dalam menilai apa yang sudah baik dan apa yang kurang baik. Capaian yang ada harus kita apresiasi, tetapi tidak meniadakan pekerjaan rumah seperti pengangguran dan masalah kemiskinan,” ujar Astrio.

Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi triwulan II yang mencapai 5,29 persen secara tahunan, inflasi yang tetap terkendali, serta tingkat pengangguran di level 4,65 persen sebagai perkembangan positif yang perlu terus diperkuat.

Astrio menambahkan, perhatian Presiden terhadap pemerataan ekonomi juga diwujudkan melalui penciptaan pekerjaan berkualitas, peningkatan investasi, hilirisasi, serta sejumlah program prioritas yang memiliki dampak jangka pendek dan panjang. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selain menggerakkan ekonomi lokal juga diarahkan menjadi investasi terhadap kualitas generasi mendatang.

“Tujuan jangka panjang MBG adalah berinvestasi pada human capital Indonesia agar kelak mampu bersaing dengan anak-anak dari negara mana pun,” katanya.

Menurut Astrio, arah tersebut menunjukkan pembangunan tidak semata mengejar pertumbuhan, tetapi juga memperkuat kualitas manusia, memperluas kesempatan ekonomi, dan mendorong Indonesia menjadi negara maju serta sejahtera.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

KPR Subsidi Dipercepat, Peluang Pekerja Muda Punya Rumah Diperluas

25 October 2026 - 00:04

Bank Swasta dan Daerah Didorong Perluas Pembiayaan Rumah Subsidi

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Respons Kritik, Tata Kelola Koperasi Merah Putih Dibenahi

25 October 2026 - 00:04

Koperasi Merah Putih Dievaluasi, Pemerintah Terbuka terhadap Masukan Publik

25 October 2026 - 00:04

Pemerintah Proyeksikan Defisit APBN 2026 Tetap di Bawah 3 Persen

25 October 2026 - 00:04

Trending on Berita