Menu ✖

Dark Mode
Tokoh Adat Sentani Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Tak Terprovokasi Isu Roma Agreement Tokoh Adat Sentani Dorong Masyarakat Tak Terpengaruh Isu Roma Agreement Koordinasi Kebijakan Fiskal Perkuat Stabilitas Keuangan dan Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional Pemerintah Optimistis Jaga Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Investasi Strategis Danantara Ketahanan Ekonomi Nasional Kunci Menghadapi Ketidakpastian Global APBN Pilar Utama Pemerintah Dorong Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi Nasional

Berita

Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi Demo Anarkis

badge-check


					Rayakan HUT ke-81 RI dengan Gembira, Masyarakat Diminta Waspadai Provokasi Demo Anarkis Perbesar

Jakarta – Pemerintah mengajak masyarakat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dengan riang gembira dan menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ruang kebersamaan.

Di tengah tingginya antusiasme publik, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap informasi bohong dan provokasi di media sosial yang berpotensi mengganggu suasana perayaan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan pemerintah ingin perayaan kemerdekaan lebih dekat dengan masyarakat. Partisipasi warga dibuka seluas-luasnya dalam berbagai rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI.

“Kita ingin bulan kemerdekaan menjadi ruang perayaan milik kita semua. Sebuah ruang partisipasi publik yang benar-benar terbuka dan inklusif,” kata Qodari.

Semangat tersebut terlihat dari berbagai agenda yang melibatkan masyarakat, mulai dari pemilihan logo resmi hingga Pesta Rakyat di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan akan diisi hiburan, perlombaan tradisional, pertunjukan, serta pembagian makanan gratis.

“Kita pastikan perayaan kemerdekaan ini benar-benar hidup dan menjadi milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali,” ujar Qodari.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari tingginya minat mengikuti upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan sekitar 336.000 orang mendaftar secara daring dalam empat hari, jauh melampaui kapasitas awal sekitar 5.500 kursi.

Melihat tingginya minat tersebut, Istana memutuskan menambah sekitar 3.400 kursi serta menyiapkan fasilitas tambahan di luar pagar Istana bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi.

“Ya, pasti ada perbedaan ya. Kalau masalah kejutannya, ya ditunggu nanti. Namanya juga kejutan,” kata Prasetyo Hadi.

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi yang beredar di media sosial, terutama narasi yang belum terverifikasi dan mengarah pada demonstrasi hingga kerusuhan selama Agustus 2026.

Masyarakat diminta lebih bijak menyikapi setiap informasi serta memastikan kebenarannya sebelum mempercayai maupun menyebarkannya kepada pihak lain.

“Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucap Agus.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tokoh Adat Sentani Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Tak Terprovokasi Isu Roma Agreement

28 September 2026 - 10:55

Tokoh Adat Sentani Dorong Masyarakat Tak Terpengaruh Isu Roma Agreement

28 September 2026 - 10:55

Ketahanan Ekonomi Nasional Kunci Menghadapi Ketidakpastian Global

28 September 2026 - 10:48

APBN Pilar Utama Pemerintah Dorong Pertumbuhan dan Ketahanan Ekonomi Nasional

28 September 2026 - 10:48

Prabowo Bentuk BPGMN, Ilmuwan dan Profesional Dilibatkan Cegah Karhutla

28 September 2026 - 10:48

Trending on Berita