Menu

Dark Mode
Hilirisasi Mineral Kritis: Kunci Kedaulatan Baterai, Teknologi, dan Pertahanan Hilirisasi dan PSN Papua, Pilar Baru Pemerataan Ekonomi Nasional Pemerintah Percepat Hilirisasi Mineral Kritis dan Tata Kelola Ekspor LTJ Hilirisasi dan PSN Papua Perkuat Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pencegahan Karhutla Melalui Sekat Kanal, Patroli, dan Kesiapsiagaan Gerak Cepat Pusat dan Daerah Hadapi Karhutla

Berita

Presiden Ingatkan Elite Politik Jaga Demokrasi dari Aksi Anarkis

badge-check


					Presiden Ingatkan Elite Politik Jaga Demokrasi dari Aksi Anarkis Perbesar

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh elemen bangsa, khususnya para elite politik, untuk menjaga kualitas demokrasi Indonesia dengan mengedepankan persatuan dan sikap saling menghormati. Kepala Negara menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik merupakan bagian yang wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak boleh berkembang menjadi tindakan anarkis ataupun upaya memecah belah persatuan nasional.

Presiden Prabowo menekankan bahwa demokrasi hanya akan tumbuh sehat apabila seluruh pihak mampu menerima hasil kontestasi politik secara dewasa. Ia mengingatkan agar setiap proses politik tidak diwarnai provokasi maupun ajakan melakukan tindakan perusakan terhadap fasilitas publik.

“Mari kita bersatu. Semua unsur kita berbeda tidak ada masalah. Berbeda partai tidak ada masalah. Sekian tahun kita bertanding dengan baik, nggak ada masalah. Siapa yang menang monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar. Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di Republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat,” kata Presiden Prabowo.

Presiden menilai bangsa Indonesia memiliki modal besar berupa keberagaman yang harus dijaga bersama. Karena itu, ia mengajak masyarakat meninggalkan budaya saling mencaci, menyebarkan kebencian, maupun memelihara rasa curiga yang dapat menggerus persaudaraan di tengah masyarakat.

“Mari kita bersatu, mari kita gotong royong, mari kita kerja sama. Jangan ikut-ikut budaya caci maki, budaya dengki, budaya curiga,” ujarnya.

Pernyataan Presiden tersebut mendapat tanggapan dari Sekretaris Jenderal Partai Golkar, M. Sarmuji. Ia menilai pesan yang disampaikan Kepala Negara merupakan peringatan bagi seluruh pihak agar tidak mengulangi berbagai pengalaman buruk yang pernah mencederai kehidupan demokrasi di Indonesia.

“Ya itu warning ya. Warning jangan sampai kita mengulangi kesalahan yang terdahulu,” kata Sarmuji.

Sarmuji menambahkan bahwa dinamika politik harus dikelola secara bijaksana. Menurutnya, baik kepuasan maupun ketidakpuasan terhadap hasil politik tidak boleh berkembang menjadi sikap yang merusak kehidupan berbangsa.

Ia mengingatkan bahwa fanatisme berlebihan maupun rasa kecewa yang tidak terkendali sama-sama berpotensi memicu tindakan yang mengganggu stabilitas nasional. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mampu menjaga kedewasaan dalam menyampaikan aspirasi dan menghormati aturan yang berlaku.

“Tapi ketidakpuasan jangan juga menjadikan seseorang menjadi anarki, iri dengki yang kemudian merusak tatanan kenegaraan kita. Jadi itu semua adalah warning dari Presiden,” tuturnya.

Pesan Presiden tersebut dinilai menjadi pengingat penting bagi seluruh elite politik dan masyarakat agar terus menjaga demokrasi Indonesia tetap berjalan dalam koridor konstitusi, menjunjung persatuan, serta menolak segala bentuk provokasi dan tindakan anarkis yang dapat mengancam keutuhan bangsa.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Percepat Hilirisasi Mineral Kritis dan Tata Kelola Ekspor LTJ

2 August 2026 - 06:24

Hilirisasi dan PSN Papua Perkuat Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional

2 August 2026 - 06:24

Pemerintah Perkuat Mitigasi Karhutla di Sumatra, Kalimantan, Hingga Jawa

2 August 2026 - 06:24

Atasi Karhutla, Pemerintah Perkuat Sekat Kanal dan Pendinginan Lahan

2 August 2026 - 06:24

Pemerintah Siapkan Tata Kelola AI untuk Lindungi Karya Jurnalistik

2 August 2026 - 06:24

Trending on Berita