Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar dari 22 Persen Jadi 8 Persen

badge-check


					Presiden Prabowo Turunkan Bunga Kredit Mekaar dari 22 Persen Jadi 8 Persen Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat akses pembiayaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui kebijakan penurunan bunga kredit program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa bunga kredit Mekaar yang sebelumnya mencapai 22 persen per tahun diturunkan menjadi 8 persen. Kebijakan tersebut diharapkan mampu meringankan beban pelaku usaha mikro sekaligus memperluas kesempatan masyarakat memperoleh modal usaha dengan biaya yang lebih terjangkau.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui penyediaan pembiayaan yang lebih adil dan inklusif. Penurunan bunga kredit dinilai akan meningkatkan daya tahan usaha mikro, memperbesar peluang pengembangan usaha produktif, serta mendorong terciptanya lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa masyarakat kecil tidak seharusnya dibebani bunga pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan pelaku usaha besar. Oleh karena itu, pemerintah mengambil keputusan untuk memangkas bunga kredit Mekaar agar manfaat pembiayaan benar-benar dirasakan oleh keluarga prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro.

“Yang tadinya bunganya 22 persen, saya turunkan jadi 8 persen. Dibandingkan dengan 22 persen, lumayan 8 persen,” ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut akan terintegrasi dengan penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat layanan ekonomi masyarakat. Selain menyediakan layanan simpan pinjam, koperasi akan menjadi sarana penyaluran kredit mikro dan supermikro, distribusi kebutuhan pokok, hingga mendukung rantai pasok hasil pertanian, perikanan, dan usaha produktif lainnya. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi hingga ke tingkat desa.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman menjelaskan penurunan bunga kredit Mekaar juga dipandang sebagai upaya pemerintah meningkatkan inklusi keuangan nasional. Dengan biaya pinjaman yang lebih rendah, pelaku usaha mikro memiliki ruang yang lebih besar untuk mengembangkan usahanya tanpa terbebani cicilan yang tinggi. Kondisi tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha, memperkuat daya beli masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

“Melalui penurunan bunga Kredit Mekaar, pemerintah ingin memastikan pelaku usaha mikro memperoleh akses pembiayaan yang lebih terjangkau. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas usaha, memperluas inklusi keuangan, dan memperkuat ekonomi masyarakat,”ujarnya.

Melalui kebijakan ini, pemerintah menunjukkan keberpihakannya kepada masyarakat kecil sebagai penggerak utama perekonomian nasional. Dukungan pembiayaan yang lebih murah diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya usaha mikro yang lebih tangguh, berdaya saing, serta mampu menciptakan kesejahteraan yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita