Menu

Dark Mode
Waspada Provokasi, Jangan Biarkan Demonstrasi Anarkis Merusak Persatuan Bangsa Waspada Provokasi Demonstrasi, Kawal RUU Perampasan Aset secara Bermartabat Jaga Kondusivitas Papua dengan Menolak Provokasi Demo Anarkis Bukan Pemblokiran Sepihak: Penundaan Rekening Warga Pati Prosedur Resmi Cegah TPPU Rekening Donasi Warga Pati Bukan Diblokir, Hanya Penundaan Transaksi Transaksi Rekening Aktivis Demo Hanya Ditunda, Warga Diminta Tak Terprovokasi

Berita

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah

badge-check


					Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Optimasi Lahan dan Larangan Alih Fungsi Sawah Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional melalui percepatan optimasi lahan pertanian serta pengendalian alih fungsi lahan sawah produktif.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah meningkatnya tantangan perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika geopolitik global.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga lahan sawah agar tetap berfungsi sebagai penyangga utama ketahanan pangan nasional.

Menurutnya, perlindungan lahan produktif merupakan investasi strategis untuk memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

“Pemerintah telah memutuskan agar lahan sawah yang telah ditetapkan sebagai lahan dilindungi tidak dialihfungsikan untuk kepentingan lain. Langkah ini penting untuk menjaga ketahanan dan kedaulatan pangan nasional dalam jangka panjang,” ujar Zulkifli Hasan.

Senada dengan itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid, mengatakan bahwa pemerintah telah menyusun peta jalan penetapan Lahan Sawah yang Dilindungi secara bertahap di seluruh Indonesia.

Kebijakan tersebut memastikan mayoritas lahan baku sawah tetap terlindungi dari alih fungsi yang tidak sesuai dengan kepentingan pangan nasional.

“Lahan Sawah yang Dilindungi tidak boleh dialihfungsikan untuk kepentingan apa pun. Penetapan dilakukan secara bertahap hingga seluruh wilayah memiliki kepastian perlindungan lahan pertanian yang kuat,” kata Nusron Wahid.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan perlindungan lahan sawah harus berjalan seiring dengan percepatan program optimasi lahan, intensifikasi pertanian, dan modernisasi sektor pertanian.

“Optimasi lahan merupakan salah satu kunci menuju swasembada pangan. Dengan dukungan mekanisasi, benih unggul, irigasi yang semakin baik, serta perlindungan lahan sawah dari alih fungsi, produksi pangan nasional akan terus meningkat dan kesejahteraan petani dapat semakin terangkat,” ujar Amran.

Melalui sinergi antara perlindungan lahan pertanian dan optimalisasi pemanfaatan lahan yang ada, pemerintah optimistis kedaulatan pangan Indonesia akan semakin kokoh.

Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, petani, akademisi, dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor pertanian.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rekening Donasi Warga Pati Bukan Diblokir, Hanya Penundaan Transaksi

26 August 2026 - 08:25

Transaksi Rekening Aktivis Demo Hanya Ditunda, Warga Diminta Tak Terprovokasi

26 August 2026 - 08:25

Demo Akhir Agustus Rawan Ditunggangi, Masyarakat Diingatkan Jaga Persatuan

26 August 2026 - 08:25

Jelang Demo 27 Agustus, Bamus Betawi: Waspadai Provokasi Ajakan Aksi di Jakarta

26 August 2026 - 08:25

Waspada Provokasi Demo 27 Agustus, Jaga Jakarta Tetap Damai

26 August 2026 - 08:25

Trending on Berita