Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

Pelatihan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Difokuskan pada Manajemen Perkoperasian

badge-check


					Pelatihan Calon Manajer Koperasi Merah Putih Difokuskan pada Manajemen Perkoperasian Perbesar

JAKARTA – Pemerintah memastikan pelaksanaan pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) tetap berjalan sesuai rencana dengan penekanan yang lebih besar pada penguatan kompetensi manajemen perkoperasian. Langkah tersebut dilakukan untuk mencetak manajer profesional yang mampu mengelola koperasi secara modern, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan kebutuhan tenaga manajer bagi Koperasi Merah Putih tetap menjadi prioritas pemerintah. Menurutnya, sebanyak 30.000 manajer dibutuhkan untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.000 manajer untuk Koperasi Kampung Merah Putih.

“Yang dibutuhkan itu 30.000 manajer untuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan 5.000 untuk Kampung Merah Putih. Insyaallah nanti awal Agustus sudah selesai mengikuti pelatihan dan langsung kita tempatkan di seluruh Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” ujar Ferry di Jakarta.

Ia menjelaskan penempatan para manajer akan dilakukan secara bertahap mengikuti penyelesaian pembangunan gedung koperasi beserta sarana pendukungnya. Mekanisme penempatan juga disesuaikan dengan daerah asal masing-masing peserta.

“Mekanisme penempatan manajer akan disesuaikan dengan asal daerah mereka masing-masing. Mulai ditempatkan pada minggu pertama Agustus,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah mengatakan pelatihan difokuskan pada peningkatan kapasitas manajerial peserta melalui kurikulum yang disusun khusus untuk mendukung operasional Kopdes Merah Putih.

“Materinya terkait manajerial perkoperasian. Ada 12 modul, mulai dari filosofi, regulasi, praktik koperasi, kelembagaan, tata kelola, manajemen operasional hingga sistem digitalisasi Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Farida.

Selain mengikuti pelatihan, seluruh peserta diwajibkan menjalani sertifikasi profesi yang diselenggarakan Kementerian Koperasi bekerja sama dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Menurut Farida, sertifikasi tersebut menjadi instrumen penting untuk memastikan calon manajer memiliki kompetensi sesuai standar yang ditetapkan.

Ia menambahkan pemerintah tetap memberikan pendampingan kepada peserta yang belum lulus sertifikasi agar mampu memenuhi standar kompetensi.

“Kalaupun sertifikasi profesinya belum lolos, Kementerian Koperasi akan tetap mendampingi sampai memenuhi standar sertifikasi profesinya. Mereka tetap ditugaskan di Koperasi Desa Merah Putih sambil menjalani pendampingan,” jelasnya.

Pemerintah juga terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pelatihan peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman menegaskan bahwa materi pelatihan kini lebih diarahkan pada penguatan kemampuan manajerial dibandingkan aktivitas fisik.

“Ini sudah mulai dievaluasi, sudah berlangsung, sehingga kegiatan-kegiatan fisik ini sudah ditiadakan, dikurangi semaksimal mungkin, dan dititikberatkan kepada bagaimana manajemen perkoperasian karena kan ini calon-calon manajer nanti ya. Itu yang dititikberatkan,” ujar Dudung.

Ia menambahkan, pemerintah juga mempersingkat durasi pelatihan dari dua bulan menjadi satu setengah bulan untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran sekaligus mengutamakan keselamatan peserta.

“Saya mendapat informasi waktunya diperpendek, sehingga dipotong waktunya yang tadinya dua bulan menjadi sebulan setengah,” pungkasnya.

Penguatan materi manajemen perkoperasian, sertifikasi profesi, serta evaluasi menyeluruh terhadap metode pelatihan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyiapkan manajer Koperasi Merah Putih yang kompeten, profesional, dan siap menggerakkan koperasi sebagai pilar penguatan ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia.

(*/rls)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita