Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

Pemerintah Evaluasi Pelatihan Kopdes, Materi Manajerial Jadi Prioritas Utama

badge-check


					Pemerintah Evaluasi Pelatihan Kopdes, Materi Manajerial Jadi Prioritas Utama Perbesar

Jakarta – Ketua DPR, Puan Maharani meminta agar evaluasi terhadap pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) maupun Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) difokuskan pada penguatan kemampuan manajerial.

Menurutnya, langkah tersebut penting agar tujuan pembentukan koperasi dapat berjalan efektif sekaligus mencegah terulangnya insiden yang menimbulkan korban jiwa dalam pelaksanaan pelatihan sebelumnya.

“Rangkaian hal yang dilakukan itu sebaiknya memang lebih fokus pada manajerial saja untuk bisa nanti melakukan pelaksanaan ya yang sesuai diharapkan,” kata Puan dalam keterangannya.

Puan menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar seluruh tahapan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta yang mayoritas berasal dari kalangan sipil dan akan bertugas mengelola koperasi.

“Jadi evaluasinya menyeluruh dan kita lihat evaluasi-evaluasi apa saja yang sudah akan dilakukan. Nanti akan kami tindaklanjuti. Kita lihat dulu,” katanya.

Selain meminta evaluasi, Puan juga mendukung langkah pemerintah yang memutuskan mengganti konsep pelatihan dari latihan dasar militer menjadi pelatihan yang lebih menitikberatkan pada pembekalan bela negara dan kemampuan manajerial.

Menurutnya, orientasi pelatihan yang mengedepankan tata kelola organisasi, kepemimpinan, serta kemampuan mengelola koperasi akan lebih relevan dengan tugas para calon manajer Koperasi Desa Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.

Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Pertahanan juga telah melakukan penyesuaian terhadap materi pelatihan. Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi setelah adanya insiden meninggalnya lima peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan bahwa pemerintah telah menghentikan pelaksanaan latihan dasar kemiliteran bagi peserta SPPI yang dipersiapkan menjadi calon pengelola koperasi.

Sebagai penggantinya, pemerintah kini menerapkan konsep Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan para peserta.

“Dengan penyesuaian tersebut, kegiatan yang bersifat taktis dan teknis militer dikurangi, termasuk kegiatan menembak tidak lagi menjadi bagian dari pelaksanaan latihan saat ini,” kata Rico saat dikonfirmasi di Jakarta.

Melalui perubahan tersebut, fokus pelatihan diarahkan pada pembentukan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kesiapan manajerial sebagai bekal dalam mengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih.

[w.R]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita