Menu ✖

Dark Mode
Perpres Perkuat Tata Kelola, Koperasi Merah Putih Bersiap Jadi Simpul Ekonomi Desa Pemerintah Perkuat Kopdes Jadi Simpul Distribusi Barang Subsidi di Desa Pemerintah Percepat Operasional Kopdes di Papua, Produk Lokal Didorong Naik Kelas Kopdes Merah Putih Buka Jalan Ekspor, Komoditas Desa Tembus Pasar Dunia Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha 23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

Berita

Pendampingan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berlangsung Lima Hari untuk Latih Kemandirian

badge-check


					Pendampingan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat Berlangsung Lima Hari untuk Latih Kemandirian Perbesar

Jakarta – Pemerintah memperkuat pelaksanaan Program Sekolah Rakyat melalui pendampingan kehidupan berasrama yang melibatkan taruna Akademi Militer (Akmil). Pendampingan tersebut dirancang sebagai bagian dari penguatan karakter dan pembentukan kemandirian siswa selama menjalani proses pendidikan di lingkungan asrama. Program akan dilaksanakan selama lima hari pada 178 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah mulai 3 hingga 8 Agustus 2026.

Pelaksanaan pendampingan dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Sosial dan TNI dengan melibatkan sekitar 1.000 taruna Akmil tingkat I dan II. Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan taruna tidak ditujukan untuk menggantikan fungsi guru dalam kegiatan belajar mengajar, melainkan mendampingi siswa dalam proses adaptasi kehidupan berasrama dan membangun kebiasaan hidup mandiri.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menjelaskan bahwa program ini menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter yang selama ini menjadi salah satu fondasi Sekolah Rakyat.

“Program ini hanya berlangsung selama lima hari, mulai 3 sampai 8 Agustus. Tujuannya membantu anak-anak yang tinggal di asrama agar lebih mandiri,” ujar Agus Jabo di Jakarta.

Menurut pemerintah, materi pendampingan difokuskan pada pembentukan kebiasaan dasar kehidupan sehari-hari seperti merapikan tempat tidur, menata lemari pakaian, menjaga kerapian seragam, menyetrika pakaian, hingga membangun disiplin dalam aktivitas rutin di lingkungan asrama. Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan baru sekaligus membangun rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Selain melatih kemandirian, pendampingan juga diarahkan untuk menciptakan lingkungan asrama yang aman dan nyaman. Para taruna akan memberikan pembinaan preventif guna mencegah praktik kekerasan dan perundungan antarsiswa sehingga proses pendidikan dapat berlangsung secara sehat dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Jakarta, Jejen Musfah menilai pembentukan karakter dan kemampuan hidup mandiri merupakan bagian penting dalam pendidikan modern apabila dilakukan secara proporsional dan tetap menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.

“Pembiasaan terhadap disiplin dan kemandirian dapat menjadi bekal penting bagi siswa selama proses pendidikan berlangsung, terutama pada lingkungan pendidikan berasrama,” ujarnya.

Program pendampingan ini menjadi bagian dari penguatan model Sekolah Rakyat yang tidak hanya berfokus pada peningkatan akses pendidikan, tetapi juga pengembangan karakter dan keterampilan hidup peserta didik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Dorong Penguatan KDMP, KADIN Libatkan Dunia Usaha

27 September 2026 - 12:15

23 Ribu Bangunan Rampung, Kopdes Merah Putih Bersiap Gerakkan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Siapkan Anggaran Koperasi Merah Putih, Pembayaran Dijamin Transparan

27 September 2026 - 12:15

Pemerintah Optimistis Penempatan Manajer Kopdes Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Desa

27 September 2026 - 12:15

KDMP Diperluas Bertahap di Papua Tengah, Kesiapan Wilayah Jadi Prioritas

27 September 2026 - 12:15

Trending on Berita