Menu

Dark Mode
Aksi BEM UI Jadi Sorotan, Ketertiban dan Kenyaman Publik Harus Dijaga Aksi BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Menyikapi Informasi Tolak Provokasi dan Aksi Anarkis BEM UI, Jaga Kemerdekaan Tetap Kondusif Waspadai Provokasi dan Disinformasi di Tengah Dinamika Aksi BEM UI RAPBN 2027 Fokus pada Pangan, Energi, Pendidikan, Kesehatan, dan Hilirisasi RAPBN 2027 Targetkan Kemiskinan Turun dan Pengangguran Menurun

Berita

Resiliensi Media Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Perang Informasi

badge-check


					Resiliensi Media Kunci Menjaga Persatuan di Tengah Perang Informasi Perbesar

Jakarta – Resiliensi media menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga persatuan bangsa di tengah meningkatnya ancaman hoaks, disinformasi, dan perkembangan teknologi digital yang membuat penyebaran informasi palsu semakin sulit dikenali.

Di tengah derasnya arus informasi, media yang profesional dan kredibel dinilai memiliki peran strategis dalam memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, menegaskan pers merupakan benteng utama dalam menghadapi perang informasi.

Menurutnya, pemerintah dan insan pers memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga kualitas informasi di ruang publik.

“Kami memandang rekan-rekan pers sebagai benteng pertahanan melawan hoaks dan disinformasi,” ujar Fifi.

Ia mengingatkan bahwa percepatan penyebaran informasi tidak boleh mengorbankan prinsip jurnalistik.

“Di era digital, kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi,” katanya.

Fifi juga menegaskan produk jurnalistik harus berorientasi pada kepentingan publik.

“Produk jurnalistik harus berorientasi pada kepentingan dan memberikan manfaat bagi publik di tengah tekanan kecepatan produksi informasi.” tegas Fifi.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat.

Menurutnya, pers tetap menjadi rujukan utama masyarakat di tengah ledakan informasi yang terjadi saat ini. Informasi yang dibutuhkan publik harus berasal dari sumber yang terpercaya sehingga mampu memperkuat kepercayaan dan menjaga kohesi sosial.

Upaya memperkuat ketahanan informasi juga diwujudkan melalui inovasi digital.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menyebut tiga inovasi Indonesia yang meraih pengakuan dalam ajang WSIS Prizes 2026 menunjukkan transformasi digital nasional semakin memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Saya melihat yang jadi nomine dan pemenang di WSIS tahun ini bobotnya makin kuat sejak tiga tahun terakhir,” ujar Nezar.

Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Jakarta Lawan Hoaks (Jalahoaks), yang dinilai semakin relevan menghadapi maraknya disinformasi berbasis kecerdasan artifisial.

“Hoaks makin lama makin canggih, terlebih dengan adanya generative AI. Bisa dibuat hoaks yang sangat mirip dengan sesuatu yang otentik,” ungkapnya.

Nezar menilai platform verifikasi informasi menjadi instrumen penting untuk memperkuat ketahanan masyarakat terhadap informasi palsu.

“Inisiatifnya sangat baik, sangat useful, juga impactful untuk mendorong transformasi digital dalam layanan publik,” katanya.

Penguatan media yang berintegritas, didukung inovasi digital dan budaya verifikasi informasi, menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan bangsa di tengah perang informasi yang semakin kompleks.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Aksi BEM UI Jadi Sorotan, Ketertiban dan Kenyaman Publik Harus Dijaga

18 August 2026 - 06:05

Aksi BEM UI Jadi Perhatian, Masyarakat Diimbau Bijak Menyikapi Informasi

18 August 2026 - 06:05

RAPBN 2027 Fokus pada Pangan, Energi, Pendidikan, Kesehatan, dan Hilirisasi

18 August 2026 - 06:05

RAPBN 2027 Targetkan Kemiskinan Turun dan Pengangguran Menurun

18 August 2026 - 06:05

Kondisi Aceh Kondusif, Semua Pihak Diminta Rawat Persatuan dan Keamanan

18 August 2026 - 06:05

Trending on Berita