Menu ✖

Dark Mode
Penindakan Komandan OPM di Maybrat Perkuat Perlindungan Masyarakat Papua Penindakan Komandan OPM di Maybrat Perkuat Stabilitas dan Pembangunan Tanah Papua Penindakan Komandan OPM di Maybrat Wujud Pemerintah Utamakan Keselamatan Masyarakat Papua Penindakan Komandan OPM di Maybrat Dukung Stabilitas Keamanan Papua Penerbitan Perpres Ojol, Menata Hubungan Kemitraan Berkeadilan Prabowo Teken Perpres Ojol: Langkah Nyata Melindungi Pekerja Digital

Berita

Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara

badge-check


					Danantara Pangkas Entitas BUMN untuk Efisiensi dan Kurangi Beban Negara Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui program konsolidasi besar-besaran yang dijalankan bersama Danantara. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan negara, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara akibat banyaknya entitas usaha yang tersebar di berbagai sektor.

“Proses konsolidasi dan transformasi BUMN terus berjalan. Dari total sekitar 1.077 entitas BUMN, sebanyak 258 telah berhasil dikonsolidasikan, dan dilanjutkan dengan target sekitar 300 entitas dalam waktu dekat,” ujar Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.

Menurut Teddy, konsolidasi menjadi bagian dari agenda strategis Presiden Prabowo Subianto dalam mengoptimalkan pengelolaan aset negara. Pemerintah menilai penyederhanaan struktur BUMN diperlukan agar perusahaan pelat merah lebih fokus menjalankan bisnis yang produktif, kompetitif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola, serta mengurangi beban biaya yang selama ini ditanggung negara,” katanya.

Selain memperkuat kinerja perusahaan negara, transformasi BUMN juga diarahkan untuk membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru. Pemerintah melihat pengelolaan aset yang lebih efektif dapat mendukung pengembangan sektor strategis seperti pariwisata, industri kreatif, olahraga, hingga berbagai kegiatan yang mampu menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja.

“Mengelola aset bangsa dengan lebih baik untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar bagi rakyat,” ujar Teddy.

Di sisi lain, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa proses restrukturisasi tidak hanya berfokus pada aspek keuangan perusahaan, tetapi juga menyentuh perbaikan model bisnis secara menyeluruh. Langkah tersebut dilakukan setelah proses pendataan dan validasi seluruh entitas BUMN yang sebelumnya bahkan belum memiliki angka pasti mengenai jumlah perusahaan pelat merah.

“Biasanya kita melakukan financial restructuring. Saya bilang saya tidak mau hanya financial restructuring, saya mau business restructuring. Kita ubah, kita pastikan bahwa bisnisnya benar dulu,” ungkap Dony.

Dony mencontohkan keberhasilan restrukturisasi PT Krakatau Steel yang tidak hanya dilakukan melalui penataan keuangan, tetapi juga pembenahan model bisnis sehingga mampu kembali mencatat keuntungan. Ia memastikan konsolidasi BUMN tidak akan dilakukan melalui pemutusan hubungan kerja massal.

“Penyederhanaan jumlah entitas BUMN tidak identik dengan pengurangan pegawai. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi organisasi dan memperkuat daya saing perusahaan negara,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap BUMN menjadi lebih sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penindakan Komandan OPM di Maybrat Wujud Pemerintah Utamakan Keselamatan Masyarakat Papua

11 October 2026 - 12:38

Penindakan Komandan OPM di Maybrat Dukung Stabilitas Keamanan Papua

11 October 2026 - 12:38

Prabowo Sahkan Perpres Ojol, Atur Tarif dan Jaminan Sosial

11 October 2026 - 12:38

Prabowo Rilis Perpres Ojol, Beri Kepastian bagi Pengemudi, Konsumen, dan Platform

11 October 2026 - 12:38

Dua Tahun Prabowo-Gibran, PMI Non-Prosedural Dicegah dari Risiko TPPO

11 October 2026 - 12:38

Trending on Berita