Menu ✖

Dark Mode
Topeng Perjuangan dan Air Mata Perempuan Jila Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027 Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

Berita

Fundamental Ekonomi Tetap Solid, Stabilitas Rupiah Terus Diperkuat

badge-check


					Fundamental Ekonomi Tetap Solid, Stabilitas Rupiah Terus Diperkuat Perbesar

Jakarta – Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global yang turut memberikan tekanan terhadap berbagai mata uang dunia, kondisi ekonomi Indonesia dinilai masih memiliki daya tahan yang solid. Berbagai indikator makroekonomi yang tetap terjaga menunjukkan bahwa perekonomian nasional berada pada posisi yang cukup kuat untuk menghadapi gejolak eksternal sekaligus mempertahankan stabilitas dan keberlanjutan pertumbuhan di dalam negeri.

Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian, mengatakan bahwa berbagai indikator makroekonomi menunjukkan ketahanan ekonomi nasional yang masih terjaga. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang stabil, tingkat utang pemerintah yang terkendali, kecukupan cadangan devisa, serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjadi fondasi yang kuat dalam menghadapi dinamika global.

“Fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif kuat. Hal ini tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap terjaga, tingkat utang pemerintah yang masih terkendali, kecukupan cadangan devisa, serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat yang masih terjaga dengan baik,” ujar Fakhrul.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak hanya dipengaruhi oleh faktor domestik, tetapi juga dipicu oleh dinamika ekonomi global, meningkatnya ketidakpastian geopolitik, serta penguatan dolar Amerika Serikat yang terjadi di banyak negara. Oleh karena itu, tekanan terhadap rupiah perlu dipahami dalam konteks gejolak ekonomi internasional.

Fakhrul menilai langkah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin merupakan respons yang tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan memperkuat kepercayaan pasar. “Langkah tersebut menunjukkan respons cepat otoritas moneter dalam menghadapi tekanan eksternal yang berkembang,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia melalui koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, kolaborasi tersebut mampu meredam tekanan terhadap rupiah sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global.

Fakhrul juga melihat komitmen pemerintah dalam menjaga disiplin fiskal, melakukan efisiensi belanja, serta mengevaluasi berbagai program sebagai sinyal positif bagi masyarakat dan pelaku pasar. Di sisi lain, masuknya investasi portofolio maupun investasi langsung dinilai akan menjadi faktor penting dalam memperkuat nilai tukar rupiah dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Fakhrul turut mengajak masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap optimistis namun bijak dalam menyikapi dinamika ekonomi. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah terus menghadirkan optimisme yang disertai langkah-langkah konkret, dan terukur, sehingga kepercayaan masyarakat maupun investor terhadap prospek ekonomi Indonesia semakin kuat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Presiden Prabowo Beri Subsidi Haji 2027 untuk Ringankan Beban Jemaah

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Ringankan Beban Pelunasan Jemaah lewat Subsidi Haji 2027

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 7 GW

12 October 2026 - 09:51

Listrik Tenaga Nuklir Digarap Bertahap untuk Perkuat Bauran Energi Nasional

12 October 2026 - 09:51

Pemerintah Siaga Hadapi Bencana Hidrometeorologi saat El Nino Masih Mengintai

12 October 2026 - 09:51

Trending on Berita