Menu ✖

Dark Mode
Guru Sejahtera Masuk Radar Besar Pembaruan Sisdiknas Guru Sejahtera Jadi Fokus Penyempurnaan RUU Sisdiknas Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas Nasional Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah Dua Tahun Prabowo-Gibran, Hilirisasi Jadi Mesin Baru Investasi Nasional

Berita

Modernisasi Jaringan Irigasi Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan

badge-check


					Modernisasi Jaringan Irigasi Jadi Kunci Penguatan Ketahanan Pangan Berkelanjutan Perbesar

Jakarta – Modernisasi dan rehabilitasi jaringan irigasi terus menjadi fokus pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui berbagai program pembangunan infrastruktur pengairan, pemerintah berupaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga keberlanjutan pasokan pangan di berbagai daerah.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat ini telah mempercepat peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi di Provinsi Bali sebagai bagian dari implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, operasi, dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk mendukung swasembada pangan.

Program tersebut mencakup delapan kabupaten, yakni Jembrana, Buleleng, Karangasem, Bangli, Badung, Gianyar, Klungkung, dan Tabanan. Pada paket pertama, rehabilitasi dilakukan di 58 daerah irigasi sepanjang 69,27 kilometer yang melayani lahan seluas 3.088 hektare.

Sementara paket kedua mencakup penanganan 10 daerah irigasi sepanjang 10 kilometer serta rehabilitasi lanjutan di 42 daerah irigasi dengan panjang jaringan 28,52 kilometer.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga kesinambungan produksi pangan nasional.

“Seluruh capaian ini merupakan wujud komitmen Kementerian PU dalam memastikan infrastruktur mendukung ketahanan pangan, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dody.

Perbaikan jaringan irigasi telah memberikan dampak nyata. Di Kabupaten Jembrana, indeks pertanaman meningkat dari 150 menjadi 200. Sementara di Kabupaten Buleleng, frekuensi tanam meningkat hingga dua kali lipat dengan indeks pertanaman naik dari 100 menjadi 200.

Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menilai penguatan sistem pengairan melalui irigasi perpompaan menjadi terobosan penting untuk meningkatkan produktivitas lahan.

“Kebijakan ini menjadi kunci dalam mendorong peningkatan produksi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perluasan lahan baru,” kata Amran.

Menurutnya, teknologi pompanisasi mampu mengubah pola tanam di lahan kering dari satu kali panen menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun. Untuk mempercepat program tersebut, pemerintah telah menyiapkan anggaran hingga Rp5 triliun guna memperluas jangkauan irigasi perpompaan di berbagai daerah.

Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian harus menjadi prioritas untuk mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“Peningkatan produktivitas di sektor pertanian menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan pangan dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah,” ujarnya.

Melalui modernisasi jaringan irigasi dan penguatan infrastruktur pengairan, pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di berbagai wilayah Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Guru Sejahtera Masuk Radar Besar Pembaruan Sisdiknas

14 October 2026 - 01:13

Guru Sejahtera Jadi Fokus Penyempurnaan RUU Sisdiknas

14 October 2026 - 01:13

Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas

14 October 2026 - 01:13

Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas Nasional

14 October 2026 - 01:13

Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah

14 October 2026 - 01:13

Trending on Berita