Menu

Dark Mode
Ekspor SDA Ditata Ulang, Pemerintah Dorong Nilai Tambah Ekonomi bagi Negara dan Masyarakat PSN Papua Selatan Jadi Pilar Ekonomi Rakyat dan Penguatan Kemandirian Nasional Percepatan Hilirisasi Perkuat Langkah Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Nasional Pengembangan Sawit Papua Perkuat Ketahanan Nasional dan Lahirkan Pusat Ekonomi Baru Ditengah Harga Minyak Dunia Bergejolak, Pemerintah Jamin BBM Subsidi Tidak Naik Pemerintah Pacu Kebangkitan Ekonomi Papua dari Kampung dan Usaha Rakyat

Berita

Anggota Dewan Apresiasi Stimulus Ekonomi Pemerintah di Kuartal II-2026 Dorong Daya Beli Masyarakat

badge-check


					Anggota Dewan Apresiasi Stimulus Ekonomi Pemerintah di Kuartal II-2026 Dorong Daya Beli Masyarakat Perbesar

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendorong mobilitas daya beli masyarakat dengan merilis paket stimulus ekonomi di Kuartal II tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto saat ditemui awak media di Jakarta.

Menurutnya, stimulus Ekonomi di Kuartal II khususnya di sektor transportasi publik akan memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, khususnya pada momentum libur sekolah. Disisi lain juga daya beli ekonomi masyarakat akan lebih terdorong lagi.

“Kami mendukung dan mengapresiasi langkah pemerintah tersebut,” ujar Sofwan.

“Karena dalam situasi ekonomi yang melambat seperti ini, diskon dan insentif di sektor transportasi akan meningkatkan mobilitas masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada kenaikan belanja konsumsi,” imbuhnya.

Ia pun menilai momentum pemberlakuan stimulus saat musim liburan merupakan langkah tepat. Sebab, pada periode tersebut tingkat konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

Sofwan berharap, kebijakan tersebut mampu menggerakkan jutaan masyarakat kelas menengah untuk melakukan perjalanan sekaligus meningkatkan aktivitas belanja konsumsi.

“Setidaknya kebijakan ini bisa mendongkrak kembali daya beli masyarakat yang sedang merosot,” ungkapnya.

Pasalnya, kata Sofwan, ketahanan ekonomi nasional sangat bergantung pada stabilitas konsumsi masyarakat kelas menengah. Sehingga itu, stimulus transportasi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.

“Diskon dan insentif di sektor transportasi ini menurut saya merupakan salah satu upaya untuk menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan ada insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk tiket pesawat ekonomi. Kebijakan ini berlaku selama periode libur sekolah yakni 24 Juni-5 Juli 2026 dengan anggaran Rp 472,7 miliar.

“PPN DTP untuk pesawat ekonomi 24 Juni sampai 5 Juli Rp 472,7 miliar, itu khusus yang sekarang ya, nanti Nataru (Natal dan Tahun Baru) juga ada insentifnya,” kata Purbaya.

“Selain stimulus untuk mobilitas masyarakat, insentif juga diberikan dalam bentuk program magang nasional pada Juli 2026 untuk 150 ribu target peserta dengan anggaran Rp 4,14 triliun. Lalu program vokasi nasional untuk 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu korban PHK dengan nilai anggaran Rp 2,12 triliun,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ekspor SDA Ditata Ulang, Pemerintah Dorong Nilai Tambah Ekonomi bagi Negara dan Masyarakat

7 June 2026 - 10:47

PSN Papua Selatan Jadi Pilar Ekonomi Rakyat dan Penguatan Kemandirian Nasional

7 June 2026 - 10:47

Percepatan Hilirisasi Perkuat Langkah Pemerintah Jaga Ketahanan Pangan Nasional

7 June 2026 - 10:47

Pengembangan Sawit Papua Perkuat Ketahanan Nasional dan Lahirkan Pusat Ekonomi Baru

7 June 2026 - 10:47

Pemerintah Pacu Kebangkitan Ekonomi Papua dari Kampung dan Usaha Rakyat

7 June 2026 - 10:47

Trending on Berita