Menu ✖

Dark Mode
Penindakan OPM di Yahukimo Tegaskan Kehadiran Negara dalam Melindungi Masyarakat Guru Sejahtera Masuk Radar Besar Pembaruan Sisdiknas Guru Sejahtera Jadi Fokus Penyempurnaan RUU Sisdiknas Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas Nasional Hilirisasi Menguat, Dua Tahun Prabowo-Gibran Dorong Investasi Bernilai Tambah

Berita

Rupiah Dijaga melalui Langkah Terukur dan Penguatan Fundamental Ekonomi

badge-check


					Rupiah Dijaga melalui Langkah Terukur dan Penguatan Fundamental Ekonomi Perbesar

Jakarta – Pemerintah bersama Bank Indonesia terus memperkuat berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Tekanan eksternal yang berasal dari konflik geopolitik, tingginya suku bunga global, serta volatilitas pasar keuangan internasional dinilai menjadi tantangan yang harus dihadapi secara terukur tanpa mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa stabilitas nilai tukar tidak hanya dijaga melalui intervensi pasar, tetapi juga melalui penguatan fundamental ekonomi nasional yang mencakup pengendalian inflasi, pengelolaan fiskal yang sehat, serta peningkatan investasi dan produktivitas sektor riil.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valuta asing, baik di pasar domestik maupun internasional.

“Ke depan, kami meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen Bank Indonesia, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik,” ujar Perry.

Bank Indonesia menegaskan bahwa kebijakan stabilisasi rupiah terus diperkuat melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri. Langkah tersebut dilakukan untuk meredam dampak gejolak global sekaligus menjaga kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah menilai bahwa ketahanan ekonomi Indonesia masih berada pada level yang kuat. Pertumbuhan ekonomi tetap terjaga, inflasi berada dalam rentang sasaran, dan stabilitas sistem keuangan terus dipertahankan. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga koordinasi erat dengan Bank Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter akan terus disinergikan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelasnya.

Selain menjaga stabilitas nilai tukar, pemerintah juga terus mendorong penguatan sektor riil melalui percepatan investasi, deregulasi, hilirisasi industri, dan pengembangan ekonomi berbasis nilai tambah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat arus devisa dan meningkatkan daya tahan ekonomi nasional terhadap berbagai guncangan eksternal.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Penindakan OPM di Yahukimo Tegaskan Kehadiran Negara dalam Melindungi Masyarakat

14 October 2026 - 04:18

Guru Sejahtera Masuk Radar Besar Pembaruan Sisdiknas

14 October 2026 - 01:13

Guru Sejahtera Jadi Fokus Penyempurnaan RUU Sisdiknas

14 October 2026 - 01:13

Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Topang Pendidikan, Kesehatan, dan Produktivitas

14 October 2026 - 01:13

Dua Tahun Prabowo-Gibran, APBN Perkuat Program Prioritas Nasional

14 October 2026 - 01:13

Trending on Berita