Menu

Dark Mode
Kebijakan Reformasi Pasar Modal Buka Peluang Arus Modal Asing Lebih Besar Reformasi Pasar Modal di Arah Tepat, Kredibilitas Bursa Makin Menguat Presiden Prabowo Siapkan Peluncuran B50 untuk Percepat Swasembada Energi Program Biodiesel B50 Diluncurkan demi Hemat Devisa dan Perkuat Ketahanan Energi Menghemat Devisa, Menguatkan Energi: Makna Strategis B50 B50 dan Lompatan Strategis Menuju Swasembada Energi

Berita

PSN di Papua Selaras Dengan Kelestarian Lingkungan, Tokoh Perempuan Adat Papua Ajak Waspadai Provokasi

badge-check


					PSN di Papua Selaras Dengan Kelestarian Lingkungan, Tokoh Perempuan Adat Papua Ajak Waspadai Provokasi Perbesar

MERAUKE – PSN di Papua semakin mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan. Berbagai program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam serta keterlibatan masyarakat adat.

Tokoh perempuan adat Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Papua.

Nama Mama Sinta kembali menjadi perhatian publik setelah polemik terkait penggunaan wajah dan keterangannya dalam film dokumenter Pesta Babi tanpa persetujuannya. Namun di balik polemik tersebut, ia tetap dikenal sebagai sosok yang aktif menyuarakan pentingnya perlindungan lingkungan dan peran masyarakat adat dalam pembangunan.

Menurut Mama Sinta, pembangunan dan pelestarian lingkungan tidak harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan apabila masyarakat dilibatkan dalam setiap proses pembangunan yang berlangsung di daerahnya.

“Pembangunan yang baik adalah pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, masyarakat perlu melihat setiap informasi secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif,” tegas Mama Sinta.

Ia menambahkan, partisipasi aktif masyarakat adat merupakan kunci untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. Dengan keterlibatan masyarakat, berbagai program dapat berjalan lebih efektif sekaligus tetap menghormati nilai-nilai lokal dan keseimbangan alam.

“Ketika masyarakat adat dilibatkan, pembangunan dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat dan tetap menjaga lingkungan untuk generasi mendatang,” ujar Mama Sinta.

Mama Sinta juga menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pembangunan yang dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua Selatan. Menurutnya, manfaat nyata yang dirasakan masyarakat menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan.

Di sisi lain, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar, terutama yang berpotensi menimbulkan perpecahan atau kesalahpahaman mengenai pembangunan di Papua.

“Papua membutuhkan suasana yang damai dan kondusif agar pembangunan dapat berjalan optimal. Karena itu, setiap informasi harus disikapi dengan cermat dan berdasarkan fakta,” pungkas Mama Sinta.

Pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian lingkungan dinilai menjadi fondasi penting bagi terwujudnya Papua yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Reformasi Pasar Modal di Arah Tepat, Kredibilitas Bursa Makin Menguat

2 July 2026 - 10:22

Kebijakan Reformasi Pasar Modal Buka Peluang Arus Modal Asing Lebih Besar

2 July 2026 - 10:22

Presiden Prabowo Siapkan Peluncuran B50 untuk Percepat Swasembada Energi

2 July 2026 - 10:22

Program Biodiesel B50 Diluncurkan demi Hemat Devisa dan Perkuat Ketahanan Energi

2 July 2026 - 10:22

PP TUNAS Mulai Berdampak, Platform Digital Nonaktifkan Jutaan Akun Anak

2 July 2026 - 10:22

Trending on Berita