Menu

Dark Mode
Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

Berita

Jutaan Siswa Telah Terjangkau Layanan Kesehatan

badge-check


					Jutaan Siswa Telah Terjangkau Layanan Kesehatan Perbesar

Jakarta- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sekolah mulai mengungkap berbagai persoalan kesehatan yang dialami pelajar di Indonesia, termasuk temuan kasus tekanan darah tinggi atau hipertensi pada siswa usia sekolah. Pemerintah menilai, temuan tersebut menjadi sinyal penting agar pemeriksaan kesehatan anak dilakukan lebih rutin dan menyeluruh.

Pelaksanaan CKG sekolah kini terus diperluas sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan preventif bagi anak usia sekolah. Hingga 2026, sebanyak 4,8 juta anak Indonesia tercatat telah memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan tersebut di berbagai daerah.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari mengatakan, hasil pelaksanaan CKG di sekolah menemukan sejumlah persoalan kesehatan yang perlu menjadi perhatian bersama, salah satunya tekanan darah tinggi pada siswa.

“Data tersebut menjadi bukti nyata betapa pentingnya screening sistematis di lingkungan sekolah,” ujar Qodari.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan berkala penting dilakukan karena banyak gangguan kesehatan pada anak sering kali tidak terdeteksi sejak awal. Melalui program CKG, sekolah dan orang tua dapat mengetahui kondisi kesehatan siswa lebih cepat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

Qodari menegaskan program CKG sekolah bukan sekedar skrining. Sebab, ada dampak nyata yang terus dirasakan oleh siswa.

Dengan jangkauan yang terus meluas ke 48 ribu lebih sekolah, CKG memastikan tidak ada anak yang tertinggal. Termasuk, mereka yang tinggalnya di wilayah terdepan dan terluar.

CKG telah menunjukkan kinerja yang masif. Sepanjang tahun 2025, CKG sudah melayani lebih dari 70 juta peserta. Memasuki tahun 2026 sampai dengan awal Mei 2026, jumlah tersebut telah bertambah lebih dari 30 juta jiwa.

Terkait itu, Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengapresiasi pelaksanaan program CKG di sekolah sebagai langkah positif karena mampu mendeteksi persoalan kesehatan anak lebih dini dan menjangkau siswa secara lebih merata.

“Program ini sangat baik karena menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kesehatan peserta didik. Anak yang sehat akan lebih siap belajar, berkembang, dan berprestasi,” ujar Hetifah.

Ia menilai, temuan tersebut menjadi alarm penting bahwa kesehatan anak memiliki pengaruh besar terhadap proses belajar dan perkembangan mereka.

“Kita sering menganggap persoalan kesehatan anak sebagai hal kecil, padahal dampaknya bisa sangat besar terhadap konsentrasi belajar, rasa percaya diri, hingga kualitas perkembangan anak dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah Percepat Pembangunan Papua, Masyarakat Harus Jaga Kondusivitas

23 September 2026 - 02:12

Mahasiswa Apresiasi Kebijakan Transformatif Pemerintahan Prabowo-Gibran

23 September 2026 - 02:12

Komitmen Pemerintah Tangani Pelanggaran HAM Terus Berjalan, Masyarakat Diajak Jaga Kedamaian

23 September 2026 - 02:12

Trending on Berita