Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

Pemerintah Optimalkan Manfaat CKG demi Kesehatan Berkualitas yang Merata

badge-check


					Pemerintah Optimalkan Manfaat CKG demi Kesehatan Berkualitas yang Merata Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mengoptimalkan pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah strategis memperluas layanan kesehatan preventif dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara merata. Program ini dinilai menjadi upaya penting dalam mendeteksi dini berbagai penyakit tidak menular, terutama hipertensi yang masih menjadi ancaman serius bagi kelompok lanjut usia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, mengatakan hasil pelaksanaan CKG menunjukkan tingginya kasus hipertensi pada lansia. Dari 6,8 juta lansia yang mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis, sebanyak 4,36 juta orang atau 63,5 persen terdeteksi mengalami hipertensi. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan intervensi yang terintegrasi dan berkelanjutan agar penanganan dapat dilakukan secara optimal.

“Hipertensi pada lansia memiliki dampak klinis dan sosial yang besar karena dapat meningkatkan risiko stroke, penyakit jantung, gagal ginjal, hingga penurunan fungsi kognitif,” ujar Imran Pambudi.

Ia menjelaskan, tingginya prevalensi hipertensi juga berdampak pada meningkatnya gangguan mobilitas lansia yang berpotensi menjadi beban ekonomi bagi keluarga dan sistem kesehatan. Karena itu, upaya pengendalian tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi juga perlu disertai rehabilitasi, dukungan caregiver, serta perlindungan pembiayaan bagi lansia kurang mampu.

Lebih lanjut, Imran Pambudi menegaskan bahwa pencegahan hipertensi harus dimulai sejak dini melalui pemeriksaan tekanan darah rutin mulai usia 18 tahun. Ia juga mengingatkan pentingnya pola hidup sehat seperti mengurangi konsumsi garam, rutin berolahraga, menjaga berat badan, dan menghentikan kebiasaan merokok.

“Deteksi dini dan penguatan layanan primer menjadi kunci untuk menekan risiko komplikasi penyakit katastropik sehingga masyarakat dapat tetap sehat dan produktif,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menyampaikan bahwa program CKG telah menjangkau sekitar 19 juta masyarakat selama periode Januari hingga awal Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar 1,16 juta peserta telah tercatat memperoleh tatalaksana pengobatan dan pengendalian penyakit.

Menurut Benjamin Paulus Octavianus, program CKG merupakan langkah nyata pemerintah dalam membangun budaya pemeriksaan kesehatan berkala di tengah masyarakat.

“CKG sangat penting untuk mendeteksi dini hipertensi, diabetes, tuberkulosis, maupun masalah gizi sehingga penyakit dapat dicegah sebelum berkembang menjadi lebih berat,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah berharap fasilitas kesehatan tidak hanya dimanfaatkan saat masyarakat sakit, tetapi juga sebagai sarana pencegahan dan deteksi dini penyakit. Dengan dukungan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap dan modern, program CKG diharapkan mampu mewujudkan layanan kesehatan berkualitas yang dapat diakses secara merata oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita