Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

Fundamental Ekonomi Indonesia Menjadi Penopang Stabilitas Rupiah

badge-check


					Fundamental Ekonomi Indonesia Menjadi Penopang Stabilitas Rupiah Perbesar

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Negara meminta masyarakat tetap optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional dan percaya pada kemampuan Indonesia menghadapi dinamika global.

“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita. Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat,” kata Prabowo.

Presiden juga menekankan pentingnya membangun mental bangsa yang tangguh dalam menghadapi tantangan ekonomi dunia.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh memandang diri sebagai bangsa yang lemah di tengah gejolak global yang terus berkembang.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memastikan kondisi saat ini berbeda dengan krisis moneter 1998.

Ia menilai fundamental ekonomi nasional masih berada dalam kondisi solid sehingga tekanan terhadap rupiah tidak dapat disamakan dengan situasi krisis pada masa lalu.

“Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Kondisinya berbeda,” kata Purbaya.

Ia menjelaskan pada 1998 Indonesia mengalami resesi panjang yang disertai ketidakstabilan sosial-politik.

Sementara saat ini pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga sehingga pemerintah memiliki ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memperbaiki indikator makroekonomi yang terdampak gejolak pasar global.

Purbaya juga mengatakan pemerintah mulai meningkatkan pembelian di pasar obligasi melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) guna menjaga stabilitas pasar surat utang dan mengurangi tekanan dari investor asing.

“Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali,” ujarnya.

Ia turut mengimbau investor domestik agar tidak panik menghadapi koreksi pasar saham jangka pendek. Pemerintah, kata dia, terus memantau perkembangan pasar dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Sementara itu, Otoritas Jasa Keuangan memastikan sektor perbankan nasional tetap kuat di tengah tekanan global.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyebut permodalan perbankan masih memadai untuk menghadapi berbagai risiko ekonomi.

“Hasil stress test OJK maupun perbankan menunjukkan bahwa tingkat permodalan perbankan saat ini masih memadai untuk menghadapi risiko yang disebabkan oleh perubahan signifikan dalam kondisi makroekonomi Indonesia,” kata Dian.

Menurut OJK, koordinasi bersama pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor keuangan nasional di tengah dinamika pasar global.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita