Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas Lansia, Hidup Lebih Sehat dan Produktif

badge-check


					CKG Perkuat Kesehatan Berkualitas Lansia, Hidup Lebih Sehat dan Produktif Perbesar

Jakarta – Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terus ditingkatkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses layanan kesehatan preventif. Program ini diarahkan untuk mendukung deteksi dini risiko kesehatan serta mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat secara lebih terukur.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa CKG merupakan bagian dari upaya besar pemerintah dalam meningkatkan angka harapan hidup sehat atau Healthy Average Life Expectancy (HALE), terutama bagi perempuan yang memiliki usia harapan hidup lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

“Nah di Indonesia angka Healthy Average Life Expectancy itu rata-rata 65, data dari WHO. Perempuannya 66, laki-lakinya 64. Jadi bayangkan rata-rata orang Indonesia itu meninggalnya umur 74 Tapi umur 65 tahun hidupnya sudah tidak sehat,” ujar Budi.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong pendekatan promotif dan preventif melalui program CKG agar masyarakat dapat mendeteksi dini risiko penyakit.

“Jangan sampai sakit. Itu sebabnya Bapak Presiden Prabowo, cara jaga kesehatan yang paling baik Nomor satu Itu udah dikasih sama Bapak Prabowo Cek Kesehatan Gratis, minimal setahun sekali,” katanya.

Program ini dinilai sangat penting mengingat penyakit tidak menular seperti stroke, jantung, kanker, dan gangguan ginjal menjadi penyebab utama kematian di Indonesia.

Di sisi lain, Kemenkes juga mencatat bahwa implementasi CKG telah memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan lansia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyampaikan bahwa program ini telah menjangkau jutaan lansia di seluruh Indonesia.

“Hasil CKG pada kelompok lansia menunjukkan capaian besar sekaligus tantangan klinis yang nyata. CKG dilakukan pada 6 juta lansia, atau sekitar 35,5 persen dari target 16,9 juta lansia, sehingga program ini sudah menjangkau sebagian besar populasi lanjut usia,” katanya.

Temuan dari skrining tersebut menunjukkan adanya berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi lansia, mulai dari gangguan mobilitas, penurunan fungsi kognitif, hingga masalah nutrisi dan kesehatan mental.

Hal ini menunjukkan bahwa intervensi kesehatan tidak cukup hanya berhenti pada tahap skrining, tetapi perlu dilanjutkan dengan penanganan yang komprehensif.

Lebih lanjut, pemanfaatan data dari program CKG dinilai sangat penting dalam menentukan kebijakan yang tepat sasaran. Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat memprioritaskan wilayah atau kelompok masyarakat yang membutuhkan intervensi lebih intensif.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita