Menu ✖

Dark Mode
Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran Penataan Haji di Era Presiden Prabowo Memberi Kepastian bagi Calon Jemaah

Berita

Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan Ekonomi Kian Terbuka

badge-check


					Koperasi Merah Putih Hadir di Pelosok, Akses Listrik dan Ekonomi Kian Terbuka Perbesar

Jakarta – Upaya pemerintah menghadirkan keadilan energi sekaligus memperkuat ekonomi desa kian menunjukkan hasil. Melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih, akses listrik di wilayah pelosok kini semakin terbuka, mendorong geliat usaha masyarakat hingga ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggandeng pihak swasta, yakni PT Energy Absolute Green X Indonesia, untuk menghadirkan listrik berbasis energi terbarukan melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala mikro. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan keterbatasan listrik yang selama ini menghambat operasional koperasi desa.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keberadaan listrik merupakan fondasi penting dalam menggerakkan ekonomi desa.

“Dengan penggunaan energi berbasis tenaga surya kita bisa menyelesaikan masalah-masalah di desa dalam hal akses tenaga listrik,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran PLTS tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga membuka peluang aktivitas ekonomi baru di desa.

“Ini bisa digunakan untuk kegiatan usaha, kegiatan ekonomi mereka,” lanjut Ferry.

Program ini dirancang dengan kapasitas sekitar 0,5 megawatt (MW) yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan energi, sehingga mampu menyediakan listrik secara mandiri dan berkelanjutan bagi koperasi desa, bahkan di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik konvensional.

Lebih jauh, pemerintah melihat program ini sebagai langkah besar menuju kemandirian energi nasional sekaligus penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Ferry optimistis implementasi PLTS di Kopdes Merah Putih dapat direplikasi secara luas di berbagai daerah.

“Kami yakin penggunaan PLTS berskala setengah megawatt ini menjadi solusi yang tepat untuk mendukung operasional koperasi desa Merah Putih,” tegasnya.

Dari sisi mitra swasta, Executive Chairman PT Energy Absolute Green X Indonesia, Justin Joel, menilai kolaborasi ini memiliki dampak jangka panjang yang signifikan.

“Ini bukan sekadar proyek energi, ini adalah langkah strategis untuk membangun fondasi ekonomi masa depan Indonesia,” jelas Justin.

Ia juga menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak transformasi energi di tingkat akar rumput.

“Kami melihat koperasi sebagai platform yang memiliki potensi luar biasa untuk mendorong transformasi energi sekaligus membuka akses investasi yang lebih luas dan inklusif,” tambahnya.

Dengan hadirnya listrik di pelosok melalui Kopdes Merah Putih, masyarakat desa kini memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat ekonomi lokal. Program ini tidak hanya menghadirkan terang secara fisik, tetapi juga membuka jalan bagi masa depan ekonomi desa yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Rumah Subsidi: Pintu Masuk Anak Muda Memiliki Hunian Pertama

1 October 2026 - 09:55

Negara Kawasan Pasifik Dukung Indonesia Percepat Pembangunan Papua

1 October 2026 - 09:55

Membangun Fondasi Kemandirian di Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Indonesia Tegaskan Perlindungan HAM dan Pembangunan Papua dalam Forum PBB

1 October 2026 - 09:54

Menjaga Momentum Kemandirian Ekonomi di Dua Tahun Prabowo-Gibran

1 October 2026 - 09:54

Trending on Berita