Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Pembangunan Manusia, Negara Hadir untuk Semua Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

Berita

Rekrutmen Sekolah Rakyat Dipastikan Berbasis Data, Minim Potensi Salah Sasaran

badge-check


					Rekrutmen Sekolah Rakyat Dipastikan Berbasis Data, Minim Potensi Salah Sasaran Perbesar

Jakarta – Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat dilakukan berbasis data guna memastikan program pendidikan tersebut tepat sasaran dan menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat efektivitas intervensi sosial, khususnya di sektor pendidikan bagi keluarga miskin.

“Jadi tidak ada pembukaan pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan,” kata Mensos.

Gus Ipul merinci bahwa terdapat dua jalur utama dalam proses rekrutmen tersebut. Jalur pertama dilakukan melalui pemanfaatan data DTSEN yang kemudian diverifikasi secara langsung di lapangan.

“Jalur yang pertama adalah jalur yang berada di dalam DTSEN ada di dalam DTSEN kemudian didatangi rumahnya, dicocokkan apakah sesuai data dengan kenyataan di lapangan, kemudian bertemu dengan orang tuanya, kalau orang tuanya setuju tentu akan kita tidak lanjuti untuk menjadi calon siswa Sekolah Rakyat,” lanjutnya.

Sementara itu, jalur kedua dilakukan melalui pendekatan proaktif dengan mendatangi lokasi-lokasi yang berpotensi terdapat anak usia sekolah yang belum mendapatkan akses pendidikan.

“Jalur kedua adalah jangkauan yang lewat kegiatan langkah-langkah proaktif, misalnya kita medantangi titik-titik tertentu yang kita lihat itu sebagai tempat dimana ada anak-anak yang semestinya sekolah tapi tidak sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto agar negara hadir secara aktif dalam menjangkau anak-anak yang rentan putus sekolah maupun yang belum pernah mengenyam pendidikan.

“Ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat Sekolah Rakyat,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono juga menegaskan bahwa sistem rekrutmen Sekolah Rakyat memang dirancang tanpa mekanisme pendaftaran terbuka.

Pendekatan ini bertujuan agar program benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin, khususnya yang berada pada desil 1 dan desil 2.

“Sekolah Rakyat ini bukan berbasis pendaftaran, tetapi berbasis rekrutmen menggunakan data DTSEN, sehingga benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan,” kata Agus.

Ia menambahkan bahwa integrasi data menjadi kunci dalam memastikan seluruh program sosial berjalan secara efektif, terukur, dan tepat sasaran.

“Kami ingin memastikan seluruh program sosial terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah,” pungkasnya.

[w.R]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

7 October 2026 - 06:54

Koperasi Merah Putih Pastikan Penempatan Manajer Berdasar Kebutuhan SDM

7 October 2026 - 06:54

Trending on Berita