Menu

Dark Mode
PFII: Instrumen Kedaulatan Ekonomi Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia PFII Jadi Wajah Baru Pusat Keuangan Indonesia Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

Berita

Koperasi Merah Putih Dorong Desa Jadi Titik Tumbuh Lapangan Kerja

badge-check


					Koperasi Merah Putih Dorong Desa Jadi Titik Tumbuh Lapangan Kerja Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat peran desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi desa, tetapi juga membuka peluang kerja dalam skala besar bagi masyarakat lokal.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan bahwa proses rekrutmen tenaga kerja Kopdes Merah Putih akan mengutamakan warga desa setempat. Menurutnya, pendekatan ini penting untuk memastikan manfaat ekonomi koperasi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

“Nanti, ada dari desa juga, kita akan melibatkan pengurus koperasi desa yang sudah ada. Mereka diberi kesempatan untuk menjadi karyawan di Kopdes Merah Putih,” ujar Ferry.

Ia menambahkan, selain pengurus koperasi dan masyarakat desa, pemerintah juga memberikan peluang kepada penerima bantuan sosial, khususnya Program Keluarga Harapan (PKH), untuk terlibat sebagai tenaga kerja. Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk mendorong kemandirian ekonomi kelompok rentan.

“Penerima manfaat juga bisa membantu menjadi karyawan pekerja yang sifatnya kasir, sekuriti, sopir, dan lain sebagainya. Pokoknya kita akan libatkan masyarakat di desa itu,” ucapnya.

Ferry menegaskan bahwa proses rekrutmen untuk posisi teknis seperti kasir, sopir, dan tenaga pendukung lainnya akan dilakukan langsung oleh masing-masing desa, sehingga lebih adaptif terhadap kebutuhan lokal sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat.

Di sisi lain, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini tengah membuka rekrutmen nasional untuk 30.000 posisi manajer Kopdes Merah Putih. Proses ini telah berlangsung sejak 15 hingga 24 April 2026 dan ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengelola koperasi secara profesional.

“Rekrutmen tersebut bertujuan untuk memilih manajer yang akan mengelola unit koperasi desa yang nantinya akan memimpin pegawai koperasi lainnya yang berasal dari warga desa yang menjadi anggota Koperasi Desa Merah Putih,” kata Teddy.

Ia menjelaskan, para pelamar yang lolos seleksi akan mengikuti pelatihan manajerial dan perkoperasian selama sekitar dua bulan sebelum resmi menjalankan tugasnya. Para manajer tersebut nantinya bekerja di bawah koordinasi lintas kementerian dan lembaga, khususnya Kementerian Koperasi.

Program ini diharapkan mampu mempercepat perputaran ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan pada perantara dalam distribusi hasil produksi masyarakat. Dengan skema yang inklusif dan berbasis komunitas, Kopdes Merah Putih diproyeksikan menjadi motor penggerak baru dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa di Indonesia. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang

22 August 2026 - 00:14

Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Perkuat Satgas Karhutla untuk Lindungi Layanan Dasar Masyarakat

22 August 2026 - 00:14

Trending on Berita