Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional

badge-check


					Scaling Up Koperasi Merah Putih, Target 80 Ribu Unit Perkuat Ekonomi Nasional Perbesar

Jakarta – Program Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mencapai 80 ribu unit di seluruh Indonesia sebagai upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan. Inisiatif ini diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa sekaligus memperluas akses terhadap lapangan kerja produktif.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa revitalisasi koperasi menjadi agenda penting pemerintah untuk mengejar ketertinggalan sektor ini dibandingkan badan usaha lainnya.

Ia menyoroti bahwa selama puluhan tahun koperasi belum mendapatkan ruang optimal dalam ekosistem ekonomi nasional, sehingga diperlukan intervensi kebijakan yang lebih progresif dan terukur.

“Koperasi kita selama 30 tahun kalah jauh dibandingkan BUMN maupun swasta. Ini bukan karena koperasi tidak mampu, tetapi karena kurangnya keberpihakan kebijakan. Sekarang saatnya negara hadir memperkuat koperasi sebagai sokoguru ekonomi rakyat,” ujar Ferry.

Ia juga menambahkan bahwa pengembangan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas tata kelola dan digitalisasi.

“Kami tidak ingin hanya membentuk koperasi, tetapi memastikan koperasi ini sehat, produktif, dan mampu bersaing. Digitalisasi dan integrasi dengan rantai pasok nasional menjadi kunci keberhasilan ke depan,” lanjutnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung guna memastikan koperasi desa dapat berjalan optimal. Ribuan fasilitas penunjang telah dirampungkan dan siap digunakan sebagai basis operasional Koperasi Merah Putih di berbagai daerah.

“Kami memastikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih tidak berjalan sendiri. Pemerintah sudah menyiapkan fasilitas, pendampingan, hingga skema pembiayaan agar koperasi ini benar-benar bisa berkembang dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelas Farida.

Ia menambahkan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kekuatan utama program ini.

“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi fondasi utama. Dengan dukungan yang terintegrasi, koperasi desa akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat lokal,” katanya.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini juga memiliki dampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan. Kementerian Sosial memprioritaskan penerima bantuan sosial untuk dapat terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi koperasi.

“Kami ingin penerima bansos tidak selamanya bergantung pada bantuan. Melalui Koperasi Merah Putih, mereka didorong untuk bekerja, berusaha, dan menjadi bagian dari ekosistem ekonomi produktif,” pungkas Gus Ipul.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Pemerintah Perkuat Pengawasan Anggaran Tingkatkan Integritas Program MBG

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita