Menu

Dark Mode
Presiden Prabowo Perintahkan Pengawasan Menyeluruh agar Program MBG Tetap Berjalan Pengawasan MBG Diperketat, Presiden Pastikan Tidak Ada Celah untuk Korupsi Presiden Prabowo Pastikan Program MBG Berjalan dengan Pengawasan Dapur yang Maksimal Pemerintah Terus Perluas MBG dan Prabowo Minta Masyarakat Bersabar Pemerintah Targetkan 80 Sekolah Garuda Transformasi Terbangun pada 2029 Pemerintah Gandeng PTN Bangun Ekosistem Sekolah Garuda

Berita

Dukungan Psikolog dan Tokoh Agama Perkuat PP TUNAS demi Pendidikan Bermutu Generasi Muda

badge-check


					Dukungan Psikolog dan Tokoh Agama Perkuat PP TUNAS demi Pendidikan Bermutu Generasi Muda Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS) sebagai bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan bermutu bagi generasi muda.

Psikolog Anak dan Remaja, Sani Hermawan Budiantini, mengatakan bahwa kecanduan gawai menjadi ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, implementasi PP Tunas perlu didukung peran aktif orang tua.

Menurut Sani, pemahaman yang keliru terhadap kebijakan seringkali membuat perlindungan anak di ruang digital menjadi tidak optimal.

“Kalau kita bicara PP Tunas, jangan sampai hanya fokus pada delapan platform saja. Itu berbahaya, karena seolah-olah platform lain dianggap aman, padahal risiko digital itu luas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kecanduan gawai tidak hanya dialami anak, tetapi juga orang tua, yang pada akhirnya dapat berdampak pada kualitas hubungan dalam keluarga.

“Bukan hanya anak-anak, orang tua juga banyak yang kecanduan gadget. Ini bisa memicu masalah emosional dalam keluarga, bahkan konflik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sani mengungkapkan sejumlah dampak negatif penggunaan gawai berlebihan pada anak, antara lain gangguan tidur, kecemasan, penurunan kemampuan komunikasi, hingga kecenderungan perilaku instan tanpa proses.

“Anak-anak sekarang cenderung ingin serba cepat dan instan, kurang memiliki daya tahan dalam proses belajar, serta mudah terpengaruh standar dari media sosial,” ungkapnya.

Sementara itu, Tokoh Agama dari Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Pendeta Nixon TR Lumi STh mengatakan kehadiran PP TUNAS memberikan ruang lebih besar memperkuat pendidikan di tengah keluarga.

“Ketika ruang akses media sosial anak di bawah 16 tahun dibatasi, maka ruang pendidikan keluarga harus menjadi pondasi kuat,” kata Pendeta Nixon.

Menurut Pendeta Nixon, Pendeta Nixon, ruang-ruang akses digital yang dibatasi tersebut harus segera direspon positif pendidikan dan pengajaran di tengah keluarga.

“Peran orang tua menjadi sentral mengisi ruang yang sudah dibatasi tersebut. Orang tua harus hadir dan memberikan solusi yang tepat ketika anak bertanya terhadap sebuah situasi yang menuntut jawaban,” ujarnya.

Pendeta Nixon menambahkan kehadiran anak di tengah keluarga sebagai sebuah anugerah dari Tuhan yang harus dijawab dengan pendidikan dan pengajaran sehat dan bermakna.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pengawasan MBG Diperketat, Presiden Pastikan Tidak Ada Celah untuk Korupsi

15 July 2026 - 09:57

Presiden Prabowo Perintahkan Pengawasan Menyeluruh agar Program MBG Tetap Berjalan

15 July 2026 - 09:57

Pemerintah Gandeng PTN Bangun Ekosistem Sekolah Garuda

15 July 2026 - 09:57

Pemerintah Targetkan 80 Sekolah Garuda Transformasi Terbangun pada 2029

15 July 2026 - 09:57

Implementasi B50 Diproyeksikan Serap 2,1 Juta Tenaga Kerja

15 July 2026 - 09:57

Trending on Berita