Menu ✖

Dark Mode
Kesetaraan Pendidikan Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tak Membiarkan Anak Tertinggal Sekolah Rakyat Bawa Kesetaraan Pendidikan, dari Wacana Jadi Layanan Nyata Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif Kesetaraan Pendidikan Diperkuat, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kembali Belajar Kedaulatan Pangan Menjawab Tantangan dari Sawah sampai Dapur Rakyat Kedaulatan Pangan: Bangsa Mampu Berdiri di Atas Produksi Sendiri

Berita

Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional

badge-check


					Lonjakan Konsumsi Lebaran 2026 Perkuat Daya Tahan Ekonomi Nasional Perbesar

JAKARTA – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 H menjadi katalisator utama yang memacu mesin ekonomi domestik melalui lonjakan konsumsi rumah tangga secara masif.

Aktivitas belanja masyarakat selama periode tersebut terbukti efektif memperkokoh fundamental ekonomi nasional di tengah tantangan ketidakpastian global yang masih membayangi.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menegaskan bahwa kenaikan pengeluaran masyarakat pada kuartal I 2026 merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan bruto.

“Perputaran uang selama perayaan dan libur Idulfitri 1447 H dengan konsumsi rumah tangga yang melonjak rata-rata 10%–15% menjadi momentum untuk mengerek pertumbuhan ekonomi nasional kuartal I 2026 yang ditargetkan sebesar 5,4% sampai 5,5%,” kata Sarman Simanjorang.

Ia menambahkan bahwa kestabilan pasokan energi menjadi kunci utama dalam menjaga psikologi pasar.

“Hal ini penting karena masyarakat juga mengikuti perkembangan geopolitik perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang berpotensi mengganggu pasokan BBM dan gas ke dalam negeri,” katanya.

Sejalan dengan pandangan tersebut, Peneliti IDEAS, Agung Pardini, memproyeksikan perputaran uang mudik mencapai angka fantastis Rp417,20 triliun.

Menurutnya, distribusi kekayaan dari kota ke desa melalui tradisi tersebut menciptakan efek pengganda yang signifikan.

“Tradisi mudik Lebaran dipastikan menjadi salah satu penopang utama perputaran ekonomi nasional. Lonjakan mobilitas masyarakat dalam waktu singkat mendorong peningkatan konsumsi yang berdampak luas terhadap berbagai sektor ekonomi,” kata Agung.

Ia mengamati bahwa kelompok menengah ke atas mendominasi kontribusi ekonomi itu.

“Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan ekonomi mudik tidak semata ditentukan oleh jumlah pergerakan masyarakat, tetapi juga oleh daya beli, terutama dari kelas menengah yang semakin dominan dalam struktur ekonomi nasional,” ujarnya.

Sektor riil pun merasakan dampak langsung dari tingginya permintaan pasar.

Ketua Umum Apindo, Shinta W. Kamdani, menyebutkan bahwa industri ritel dan barang konsumsi mengalami masa panen pada periode itu.

“Sektor ritel dan fast moving consumer goods (FMCG) menjadi yang paling terdorong momentum Lebaran,” ujarnya.

Shinta menekankan bahwa sinergi antara mobilitas orang dan distribusi barang mempercepat pemulihan berbagai lini usaha.

“Melonjaknya mobilitas tidak hanya mendorong pergerakan orang, tetapi juga distribusi barang secara lebih intensif,” kata Shinta.

Optimisme pelaku usaha tersebut mengonfirmasi bahwa konsumsi domestik tetap menjadi tulang punggung yang menjaga resiliensi ekonomi Indonesia sepanjang 2026. (*)

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sekolah Rakyat Dorong Kesetaraan lewat Pembelajaran Fleksibel dan Inklusif

10 October 2026 - 15:46

Kesetaraan Pendidikan Diperkuat, Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kembali Belajar

10 October 2026 - 15:46

Kedaulatan Pangan Diperkuat lewat Percepatan Program Pertanian Nasional

10 October 2026 - 15:46

Kedaulatan Pangan Didorong melalui Produksi, Teknologi, dan Kesejahteraan Petani

10 October 2026 - 15:46

Koperasi Merah Putih Catat Transaksi Besar, Perputaran Usaha Desa Menguat

10 October 2026 - 15:46

Trending on Berita