Menu

Dark Mode
Stok BBM Aman Hadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Selama Arus Balik Lebaran Stok BBM Nasional Aman Hadapi Puncak Arus Balik Pemerintah Pastikan Layanan BBM Optimal Selama Arus Balik Lebaran Usai, Apresiasi Mengalir untuk Kelancaran Arus Balik Apresiasi Mengalir, Arus Balik Lebaran 2026 Berjalan Lancar dan Terkendali

Berita

Pemerintah Genjot Hilirisasi Komoditas Perkebunan Strategis

badge-check


					Pemerintah Genjot Hilirisasi Komoditas Perkebunan Strategis Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus mempercepat upaya hilirisasi komoditas perkebunan strategis sebagai langkah konkret untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri sekaligus memperkuat perekonomian pekebun. Adapun upaya percepatan oleh Kementan yakni melalui penyiapan lahan, identifikasi Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.

Program hilirisasi difokuskan pada tujuh komoditas strategis, yakni tebu, kopi, kakao, kelapa, lada, pala, dan jambu mete yang dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan nilai ekonomi. Untuk mendukung pelaksanaannya, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp9,5 triliun untuk pengembangan tujuh komoditas tersebut dengan target 870.000 hektare (ha) kebun rakyat pada periode 2025–2027. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya di desa-desa sentra perkebunan.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa hilirisasi menjadi langkah penting agar komoditas perkebunan tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.

“Kita ingin komoditas perkebunan memiliki nilai tambah yang lebih besar. Karena itu, pemerintah terus mendorong hilirisasi agar hasil perkebunan dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi yang memberikan keuntungan lebih bagi pekebun dan perekonomian nasional,” ujar Amran.

Ia menambahkan, pemerintah terus memastikan kesiapan berbagai aspek pendukung, mulai dari lahan, kelompok tani, hingga ekosistem industri agar program hilirisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, mengatakan bahwa penyiapan program hilirisasi dilakukan melalui pemetaan potensi lahan serta verifikasi langsung di lapangan.

“Kami turun langsung ke daerah untuk memastikan kesiapan CPCL, memetakan potensi lahan, serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pekebun, dan pemangku kepentingan lainnya. Proses ini memang tidak sederhana, namun menjadi langkah penting agar program hilirisasi dapat berjalan optimal,” jelas Roni.

Menurutnya, selain penguatan budidaya, Kementan juga mendorong pengembangan berbagai produk turunan dari komoditas perkebunan, seperti gula dari tebu, produk olahan kelapa, cokelat dari kakao, hingga beragam produk rempah dari pala dan lada.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya dalam mendorong hilirisasi sebagai kunci peningkatan nilai tambah sektor perkebunan. Dengan dukungan anggaran, kesiapan lahan, serta sinergi antar pemangku kepentingan, program ini diharapkan mampu memperkuat daya saing komoditas nasional di pasar global sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekebun secara berkelanjutan.***

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Stok BBM Aman Hadapi Lonjakan Arus Balik Lebaran

23 March 2026 - 22:56

Pemerintah Pastikan Ketersediaan BBM Selama Arus Balik Lebaran

23 March 2026 - 22:56

Lebaran Usai, Apresiasi Mengalir untuk Kelancaran Arus Balik

23 March 2026 - 22:56

Apresiasi Mengalir, Arus Balik Lebaran 2026 Berjalan Lancar dan Terkendali

23 March 2026 - 22:56

Arus Balik Lancar, Bukti Efektivitas Strategi Pengendalian Lalu Lintas

23 March 2026 - 22:56

Trending on Berita