Menu

Dark Mode
PFII: Instrumen Kedaulatan Ekonomi Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia PFII Jadi Wajah Baru Pusat Keuangan Indonesia Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

Berita

Stimulus Lebaran Bawa Dampak Nyata bagi Peningkatan Daya Beli

badge-check


					Stimulus Lebaran Bawa Dampak Nyata bagi Peningkatan Daya Beli Perbesar

JAKARTA – Perputaran uang selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan daya beli masyarakat. Nilainya diperkirakan menembus hingga Rp161 triliun dan sebagian besar beredar di daerah tujuan mudik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di berbagai wilayah.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, menjelaskan bahwa tingginya angka tersebut sejalan dengan besarnya mobilitas masyarakat saat Idulfitri. Dari proyeksi 143 juta pemudik atau sekitar 35,9 juta keluarga, peredaran uang diperkirakan mencapai Rp148 triliun, yang sebagian besar bersumber dari tunjangan hari raya.

“Namun angka perputaran uang ini berpotensi naik, hitungan ini di angka yang moderat atau paling rendah. Masih berpotensi mencapai Rp161.887.500.000.000 dengan asumsi rata-rata per keluarga membawa uang sebesar Rp4.500.000,” ujar Sarman.

Sarman menilai, peningkatan daya beli ini tidak lepas dari berbagai stimulus yang digelontorkan pemerintah. Mulai dari diskon tiket transportasi sebesar Rp911,16 miliar, pencairan THR bagi ASN, TNI-Polri, pensiunan, hingga pekerja swasta, serta bonus hari raya bagi mitra ojek online dan kurir.

Sejalan dengan itu, Bank Indonesia (BI) menilai momentum pertumbuhan ekonomi perlu terus dijaga di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah.

Permintaan domestik disebut menjadi penopang utama pertumbuhan pada awal tahun, terutama dari konsumsi rumah tangga dan investasi.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga mengalami peningkatan yang didukung oleh momentum Hari Besar Keagamaan Nasional serta berbagai kebijakan pemerintah.

“Konsumsi rumah tangga meningkat didukung oleh peningkatan permintaan terkait perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional, serta perbaikan penghasilan di beberapa kelompok pendapatan, terutama yang bersumber dari pemberian THR, belanja sosial pemerintah, serta berbagai insentif yang diberikan pemerintah,” ucapnya.

Di sisi lain, ekonom CORE, Yusuf Randy Manilet, menilai pemerintah tetap mampu menjaga efektivitas stimulus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meskipun ruang fiskal yang tersedia lebih terbatas dibandingkan periode sebelumnya.

“Kombinasi antara stimulus fiskal dan peningkatan konsumsi musiman diharapkan mampu mengangkat kinerja ekonomi pada awal tahun. Namun, efektivitas stimulus tersebut perlu dilihat secara lebih proporsional,” kata Yusuf.

Yusuf menilai kebijakan yang diambil sudah berada pada jalur yang tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tegaskan PFII Tetap Kawal Transparansi dan Aturan Antipencucian Uang

22 August 2026 - 00:14

Investor Global Sambut Positif Rencana Pengembangan PFII di Indonesia

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Pastikan Pembangunan Koperasi Merah Putih Terus Dikoreksi dan Dipercepat

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Tertibkan Lokasi Koperasi Merah Putih Lebih Tepat Guna

22 August 2026 - 00:14

Pemerintah Perkuat Satgas Karhutla untuk Lindungi Layanan Dasar Masyarakat

22 August 2026 - 00:14

Trending on Berita