Menu

Dark Mode
Mengapresiasi Capaian Pangan Prabowo-Gibran, Merawat Stabilitas dan Menolak Provokasi Pemerintah Perkuat Agenda Penyelesaian Kasus HAM, Masyarakat Jangan Terjebak Provokasi Masyarakat Dukung Kebijakan Pro-Buruh Prabowo, Tegaskan Sikap Tolak Provokasi Pemerintah Terus Benahi Berbagai Masalah, Penyampaian Aspirasi Jangan Dikotori Provokasi Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

Berita

Pengelolaan Kopdes Merah Putih Secara Transparan dan Profesional Perkuat Ekonomi Desa

badge-check


					Pengelolaan Kopdes Merah Putih Secara Transparan dan Profesional Perkuat Ekonomi Desa Perbesar

Jakarta — Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dinilai berpotensi menjadi penggerak penting bagi penguatan ekonomi desa apabila dikelola secara transparan dan profesional. Kehadiran koperasi tersebut juga dianggap mampu menghidupkan kembali tradisi ekonomi kolektif masyarakat desa yang selama ini menjadi kekuatan sosial masyarakat Indonesia.

Pengamat sosial dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Firdaus Mirza, mengatakan bahwa secara historis masyarakat desa memiliki tradisi solidaritas yang kuat, seperti gotong royong dan kerja sama dalam berbagai aktivitas sosial maupun ekonomi.

“Pembentukan koperasi desa dapat dipahami sebagai upaya negara untuk menghidupkan kembali ekonomi kolektif masyarakat. Tradisi solidaritas seperti gotong royong sebenarnya sudah lama hidup di masyarakat desa,” ujar Firdaus dalam dialog di RRI Pro 3 bertajuk “Kopdes Merah Putih Transparan dan Profesional”.

Menurut dia, koperasi dapat menjadi instrumen kelembagaan yang memfasilitasi nilai-nilai sosial tersebut agar berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang produktif. Dengan adanya koperasi, potensi sosial yang telah lama dimiliki masyarakat dapat diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Melalui koperasi, nilai kebersamaan itu bisa diarahkan menjadi kegiatan ekonomi yang produktif sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.

Firdaus menjelaskan bahwa keberhasilan koperasi desa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada kekuatan modal sosial masyarakat desa. Unsur kepercayaan, partisipasi aktif, serta rasa memiliki dari masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan koperasi.

“Kepercayaan dan partisipasi masyarakat adalah kunci. Ketika masyarakat merasa memiliki koperasi, maka mereka akan terlibat aktif dalam menjaga dan mengembangkan lembaga tersebut,” jelasnya.

Dari perspektif sosiologi ekonomi, koperasi juga dinilai mampu memperkuat posisi tawar masyarakat desa dalam sistem ekonomi. Melalui gerakan kolektif, masyarakat dapat memiliki kekuatan ekonomi yang lebih besar dibandingkan jika bergerak secara individu.

“Koperasi memungkinkan masyarakat bergerak secara kolektif sehingga posisi tawarnya lebih kuat, akses permodalan lebih terbuka, serta peluang pasar bagi produk desa bisa semakin luas,” ujarnya.

Firdaus menekankan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi aspek penting dalam pengelolaan koperasi agar kepercayaan anggota tetap terjaga. Menurut dia, pengawasan tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga perlu melibatkan kontrol sosial dari anggota koperasi sendiri.

“Transparansi dan akuntabilitas harus dijaga. Pengawasan tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga melalui partisipasi aktif anggota koperasi,” katanya.

Lebih jauh, ia menilai keberhasilan Kopdes Merah Putih tidak hanya dapat diukur dari aspek keuangan, tetapi juga dari dampak sosial yang dihasilkan.

“Indikatornya antara lain meningkatnya pendapatan anggota, tingginya partisipasi masyarakat, tumbuhnya kepercayaan terhadap koperasi, serta berkembangnya aktivitas ekonomi yang berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Dengan pengelolaan yang baik serta dukungan partisipasi masyarakat, Firdaus meyakini Kopdes Merah Putih dapat menjadi pilar penting dalam mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Menko Pangan Tegaskan: Pemerintah Perkuat Dukungan Terhadap Petani dan Nelayan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah dan DPR Buka Ruang Aspirasi, Buruh Bisa Kawal RUU Ketenagakerjaan

23 September 2026 - 02:12

Pemerintah Percepat Pembangunan Papua, Masyarakat Harus Jaga Kondusivitas

23 September 2026 - 02:12

Mahasiswa Apresiasi Kebijakan Transformatif Pemerintahan Prabowo-Gibran

23 September 2026 - 02:12

Komitmen Pemerintah Tangani Pelanggaran HAM Terus Berjalan, Masyarakat Diajak Jaga Kedamaian

23 September 2026 - 02:12

Trending on Berita