Menu ✖

Dark Mode
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran Menegaskan Pembangunan Manusia Jadi Fondasi Indonesia Emas Dua Tahun Prabowo-Gibran dan Pembangunan Manusia, Negara Hadir untuk Semua Umat Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

Berita

Akademisi Apresiasi MBG sebagai Program Strategis di Tengah Tekanan Ekonomi Global

badge-check


					Akademisi Apresiasi MBG sebagai Program Strategis di Tengah Tekanan Ekonomi Global Perbesar

Jakarta – Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Prof. Dr. Imamudin Yuliadi menilai pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar untuk tetap efektif meskipun dunia sedang menghadapi tekanan ekonomi global.

“Program MBG dapat menjadi instrumen strategis tidak hanya dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga dalam membangun ketahanan pangan dan memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” kata Imamudin.

Ia menjelaskan bahwa dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang tidak hanya bersifat sosial tetapi juga mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Program MBG dinilai memiliki pendekatan yang tepat karena menggabungkan tujuan pemenuhan gizi dengan penguatan ekonomi lokal.

Imadudin mengatakan bahwa program yang dirancang dengan pendekatan integratif seperti MBG dapat menjadi salah satu kunci untuk menjaga keberlanjutan pembangunan nasional.

Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa dampak program MBG tidak selalu sama di setiap daerah. Perbedaan tersebut sangat dipengaruhi oleh kesiapan infrastruktur ekonomi lokal serta sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam rantai pasok penyediaan bahan pangan.

Ia mengatakan daerah yang mampu melibatkan petani, peternak, dan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan untuk MBG berpotensi mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar. Program MBG dinilai bisa menjadi penggerak ekonomi lokal melalui peningkatan permintaan terhadap produk pangan daerah.

“Sebaliknya, jika rantai pasok tidak melibatkan pelaku ekonomi lokal, dampak pengganda bagi perekonomian daerah menjadi terbatas,” ucap dia.

Imadudin juga mendorong transparansi dan pengawasan agar menjadi aspek penting dalam memastikan program MBG berjalan efektif dan tepat sasaran agar secara optimal dapat dirasakan manfaat ekonominya oleh masyarakat.

“Semakin besar penggunaan bahan pangan lokal, semakin besar pula dampak ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, data pemerintah menunjukkan bahwa implementasi program MBG terus berkembang. Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan bahwa hingga 9 Maret 2026, program ini telah menjangkau sekitar 61,62 juta penerima di berbagai wilayah Indonesia.

“Sampai 9 Maret 2026, 61,6 juta penerima yang diselenggarakan oleh 25 ribu lebih SPPG,” ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA Februari 2026.

Program tersebut dijalankan melalui lebih dari 25 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah, dengan penerima manfaat yang mencakup sekitar 50 juta siswa serta 10,5 juta penerima non-siswa seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Diperkuat lewat Pendidikan dan Kerukunan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pembangunan Manusia Dikawal lewat Kerukunan Umat

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Olahraga Dikebut Jadi Sumber Pertumbuhan

7 October 2026 - 06:54

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Ekonomi Nasional Didorong dari Banyak Sektor

7 October 2026 - 06:54

Koperasi Merah Putih Pastikan Penempatan Manajer Berdasar Kebutuhan SDM

7 October 2026 - 06:54

Trending on Berita