Menu

Dark Mode
Pemerintah Perluas Program CKG, 14 Juta Anak Disasar pada 2026 Hilirisasi Menuju Pertanian Bernilai Tinggi   Triple Helix Pertanian: Hilirisasi Hasil Sinergi Pemerintah, Akademisi, dan Industri     Pemerintah Genjot Hilirisasi dari Laboratorium ke Industri Pemerintah Perkuat Ekosistem Hilirisasi Pertanian Tidak Hanya Fisik, Program CKG Jangkau Kesehatan Jiwa Anak

Berita

Pemerintah Perkuat Ekosistem Hilirisasi Pertanian

badge-check


					Pemerintah Perkuat Ekosistem Hilirisasi Pertanian Perbesar

Jakarta – Pemerintah terus memperkuat strategi hilirisasi sektor pertanian sebagai langkah penting dalam meningkatkan nilai tambah komoditas nasional sekaligus memperkuat perekonomian Indonesia. Melalui pembangunan ekosistem industri pertanian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, pemerintah menargetkan peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperluas kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi kunci untuk mengakhiri ketergantungan pada ekspor bahan mentah. Menurutnya, transformasi sektor pertanian harus diarahkan pada pengolahan dan pengembangan produk bernilai tambah tinggi.

“Kita tidak boleh lagi menjual bahan mentah. Hilirisasi adalah jalan untuk meningkatkan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat devisa negara. Petani harus menjadi bagian utama dari rantai nilai tersebut agar kesejahteraannya meningkat,” kata Amran.

Ia menambahkan bahwa melalui hilirisasi, produk pertanian tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga sebagai produk olahan yang memiliki daya saing tinggi di pasar global. Dengan demikian, keuntungan ekonomi dapat dinikmati lebih luas oleh pelaku usaha di sektor pertanian, khususnya para petani.

Penguatan hilirisasi juga didukung oleh upaya membangun ekosistem industri yang menyeluruh. Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Abdul Roni Angkat, menekankan bahwa hilirisasi tidak bisa dijalankan secara parsial.

“Hilirisasi perkebunan tidak bisa berjalan parsial. Kita harus membangun ekosistem industri yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran. Dengan sinergi yang kuat, target peningkatan nilai tambah dan kesejahteraan petani dapat tercapai,” kata Roni.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan ekosistem tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk peran aparat penegak hukum dalam memastikan implementasi program berjalan sesuai aturan dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha.

Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Pertanian, Ito Hediarto, menyampaikan bahwa penguatan hilirisasi merupakan bagian penting dari visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Menurutnya, hilirisasi harus diwujudkan secara konkret melalui berbagai kebijakan yang mendorong pengolahan komoditas di dalam negeri, peningkatan investasi sektor pertanian, serta penguatan kapasitas industri pengolahan hasil pertanian.

Dengan langkah tersebut, pemerintah optimistis sektor pertanian akan semakin kuat dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga membuka peluang kerja baru, memperluas pasar ekspor, serta memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari setiap komoditas yang mereka hasilkan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Perluas Program CKG, 14 Juta Anak Disasar pada 2026

15 March 2026 - 13:14

Pemerintah Genjot Hilirisasi dari Laboratorium ke Industri

15 March 2026 - 13:14

Tidak Hanya Fisik, Program CKG Jangkau Kesehatan Jiwa Anak

15 March 2026 - 13:14

Pemerintah Buka Tol Gratis dan Diskon Transportasi Lebaran 2026, Siap Antar Pemudik Pulang

15 March 2026 - 13:14

Kejutan Manis, Pemerintah Siapkan Sejumlah Ruas Tol Gratis dan Diskon Transportasi Lebaran 2026

15 March 2026 - 13:14

Trending on Berita