Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Dukungan Menguat, MBG Didorong Jadi Pilar Ketahanan Generasi

badge-check


					Dukungan Menguat, MBG Didorong Jadi Pilar Ketahanan Generasi Perbesar

Jakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kian mendapat dukungan luas dari kalangan ekonom dan pengamat pembangunan. Program ini dinilai bukan sekadar intervensi sosial jangka pendek, melainkan strategi besar dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang tangguh dan berdaya saing.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, menegaskan bahwa MBG harus dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia. Menurutnya, orientasi utama program ini bukanlah mengejar pertumbuhan ekonomi sesaat, melainkan menyiapkan generasi yang lebih sehat, terdidik, dan produktif.

“Program MBG tidak didesain untuk memacu pertumbuhan ekonomi secara instan. Melainkan, ini merupakan investasi dalam modal manusia yang membawa hasil paling optimal saat generasi penerima mencapai usia produktif,” ujar Esther.

Penilaian tersebut didasarkan pada kajian dan simulasi model ekonomi yang dilakukan Indef bersama United Nations Department of Economic and Social Affairs. Melalui Model Overlapping Generation Indonesia (OG-IDN), penelitian itu mengukur dampak alokasi anggaran MBG terhadap berbagai indikator makroekonomi dalam jangka panjang.

Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat terbesar program akan dirasakan ketika anak-anak penerima MBG tumbuh menjadi angkatan kerja produktif dengan kualitas kesehatan dan pendidikan yang lebih baik. Dengan demikian, MBG diproyeksikan berkontribusi pada peningkatan produktivitas nasional dan daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.

Dalam kajian tersebut, Indef menekankan bahwa alokasi anggaran MBG merupakan investasi SDM, bukan belanja konsumtif. Sebagian besar anggaran diarahkan pada sub-fungsi pendidikan dan sebagian lainnya pada sub-fungsi kesehatan. Skema pendanaannya pun dikonstruksi melalui realokasi belanja negara, sehingga tidak menambah total belanja maupun defisit APBN.

Pendekatan ini dinilai mencerminkan kehati-hatian fiskal sekaligus keberpihakan pada pembangunan kualitas manusia. MBG bukan sekadar program bantuan, tetapi bagian dari strategi besar menyiapkan generasi unggul.

Pandangan tersebut sejalan dengan agenda pembangunan jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045. Dalam konteks bonus demografi, kualitas SDM menjadi faktor penentu apakah Indonesia mampu mengubah potensi jumlah penduduk usia produktif menjadi kekuatan ekonomi nyata.

Dorongan agar MBG terus diperkuat pun semakin menguat. Program ini dipandang sebagai salah satu pilar penting dalam membangun ketahanan generasi, memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing. Dengan investasi yang tepat sejak dini, masa depan Indonesia diyakini akan berdiri di atas fondasi manusia yang kuat dan berkualitas.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita