Menu

Dark Mode
Mengawal Pertahanan 2027 Jawab Ancaman Geopolitik Global Fokus Pertahanan 2027 Buktikan Negara Serius Menjaga Kedaulatan NKRI Pertahanan 2027 Diperkuat lewat Modernisasi Alutsista dan Keamanan Siber Pemerintah Dorong Industri Pertahanan Nasional Makin Mandiri pada 2027 Dari Peringatan Dini hingga Koordinasi Lapangan, Pemerintah Siaga Hadapi El Nino Hadapi El Nino, Pemerintah Tunjukkan Kesiapan Melindungi Hutan dan Masyarakat

Berita

Indonesia Tuan Rumah Konferensi PUIC ke-19: Momentum Strategis Perkuat Solidaritas Dunia Islam

badge-check


					Indonesia Tuan Rumah Konferensi PUIC ke-19: Momentum Strategis Perkuat Solidaritas Dunia Islam Perbesar

Jakarta – Konferensi Persatuan Parlemen Negara Anggota OKI (PUIC) ke-19 yang digelar di Indonesia menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memperkuat solidaritas antarnegara Muslim di tengah dinamika geopolitik global yang kian kompleks. Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran, Prof. Teuku Rezasyah.

Menurut Prof. Rezasyah, konferensi ini hadir di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah, ketegangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta krisis yang belum mereda di Eropa Timur. “Situasi ini menuntut solidaritas nyata dan kerja sama antarnegara Muslim untuk menghadapi tantangan bersama,” ujarnya.

Sebagai negara Muslim moderat dengan posisi strategis di kawasan Asia Tenggara dan anggota aktif dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Indonesia dinilai layak menjadi tuan rumah yang kredibel. Lebih dari itu, Indonesia dapat memainkan peran kepemimpinan dalam membangun diplomasi yang konstruktif di kalangan negara-negara Muslim.

Prof. Rezasyah menekankan bahwa penyelenggaraan PUIC sangat relevan dengan kondisi dunia saat ini. “Indonesia dapat menunjukkan kepemimpinan globalnya di antara negara-negara Muslim, serta memperkuat posisinya di forum-forum internasional seperti G20, BRICS, dan OKI,” katanya.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya agar konferensi ini tidak sekadar menghasilkan pernyataan politik. “Perlu ada dorongan kuat untuk membangun kerja sama konkret, terutama di bidang ekonomi, teknologi, pemberdayaan perempuan, dan pengembangan sumber daya manusia,” tegasnya.

Ia juga mendorong Indonesia untuk membentuk koalisi strategis dengan negara-negara kaya anggota OKI seperti Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Iran guna memperkuat investasi, perdagangan, dan inovasi teknologi. “Koalisi semacam ini akan meningkatkan daya saing dunia Islam di panggung global,” tambahnya.

Prof. Rezasyah turut menyoroti peran penting parlemen dalam diplomasi multilateral. Menurutnya, parlemen memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai moral dan mengawasi kebijakan luar negeri, khususnya dalam merespons isu-isu kemanusiaan seperti konflik Palestina.

Konferensi PUIC ini juga diharapkan mampu membuka peluang kemitraan baru, khususnya di sektor ekonomi dan pariwisata antarnegara OKI. “Kerja sama ekspor, investasi, dan pertukaran wisatawan dengan negara-negara seperti Aljazair, Mesir, Iran, Yordania, Kuwait, dan Libya harus diintensifkan,” pungkasnya.

Dengan menjadi tuan rumah PUIC ke-19, Indonesia tidak hanya memperkuat perannya dalam dunia Islam, tetapi juga menunjukkan kapasitas diplomatiknya dalam menjawab tantangan global secara inklusif dan progresif.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pertahanan 2027 Diperkuat lewat Modernisasi Alutsista dan Keamanan Siber

24 August 2026 - 08:06

Pemerintah Dorong Industri Pertahanan Nasional Makin Mandiri pada 2027

24 August 2026 - 08:06

Pemerintah Siagakan Langkah Antisipatif Cegah Dampak El Nino

24 August 2026 - 08:05

Kewaspadaan Ditingkatkan, Pemerintah Antisipasi Karhutla saat El Nino Menguat

24 August 2026 - 08:05

Dividen BUMN Disiapkan Jadi Bantalan Fiskal demi Jaga Keuangan Negara

24 August 2026 - 08:05

Trending on Berita