Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Deregulasi dan Mekanisasi Jadi Kunci Swasembada Pangan Nasional

badge-check


					Deregulasi dan Mekanisasi Jadi Kunci Swasembada Pangan Nasional Perbesar

Jakarta – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, menegaskan strategi percepatan swasembada pangan terus diperkuat seiring capaian stok beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, dengan fokus pada dua langkah utama yakni penyederhanaan regulasi serta percepatan transformasi pertanian dari pola tradisional menuju sistem modern berbasis teknologi dan efisiensi.

“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada, yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern,” ungkap Amran.

Sepanjang satu tahun terakhir, pemerintah telah menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian serta mencabut sekitar 500 regulasi internal yang dinilai menghambat percepatan program. Reformasi ini terutama berdampak pada tata kelola pupuk yang kini dipangkas menjadi distribusi langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia, lalu ke petani.

“Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” kata Amran.

Penyederhanaan tersebut menurunkan biaya pupuk hingga 20 persen dan meningkatkan volume distribusi sebesar 700 ribu ton tanpa menambah beban anggaran negara.

Selain deregulasi, transformasi pertanian dilakukan melalui mekanisasi, digitalisasi, serta pemetaan lahan berbasis teknologi. Modernisasi ini meningkatkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat masa tanam dan panen, serta mendorong indeks pertanaman dari satu menjadi tiga kali setahun.

“Efisiensi tersebut menurunkan biaya produksi hingga 50 persen dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.

Dampak kebijakan tersebut tercermin pada Nilai Tukar Petani (NTP) yang mencapai angka 125 tertinggi sepanjang Sejarah, didukung kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini mendorong perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani.

Dalam forum yang sama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa produksi beras nasional 2025 mencapai 34,7 juta ton atau naik 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan cadangan beras pemerintah di Perum Bulog menembus 4,2 juta ton.

Untuk memperkuat ekspansi jangka panjang, pemerintah juga mengakselerasi optimalisasi lahan rawa melalui revitalisasi 200 ribu hektare lahan di Kalimantan dengan sistem irigasi modern sebagai tahap awal pengembangan kawasan pangan baru.

Dengan kombinasi deregulasi, modernisasi, serta penguatan kebijakan harga yang berpihak pada petani, pemerintah menegaskan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus fondasi swasembada pangan berkelanjutan menuju 2026 dan seterusnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Pemerintah Perkuat Pengawasan Anggaran Tingkatkan Integritas Program MBG

8 October 2026 - 06:41

BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita