Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Kenaikan Suku Bunga Global Picu Strategi Baru Perkuat Fundamental Domestik

badge-check


					Kenaikan Suku Bunga Global Picu Strategi Baru Perkuat Fundamental Domestik Perbesar

Jakarta – Dinamika perekonomian global yang ditandai dengan kenaikan suku bunga di negara-negara utama kembali memberi tekanan pada pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia. Guncangan yang sempat terjadi di Bursa Efek Indonesia menjadi pengingat pentingnya memperkuat fondasi ekonomi domestik agar lebih tangguh menghadapi volatilitas eksternal.

Sejumlah pemangku kepentingan menilai gejolak tersebut harus dimaknai sebagai momentum introspeksi nasional. Dosen Departemen Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menegaskan bahwa peningkatan tata kelola dan transparansi ekonomi merupakan kebutuhan mendasar, terlepas dari ada atau tidaknya tekanan global.

“Ada atau tidak guncangan di bursa, perbaikan tetap harus dilakukan. Bukan hanya untuk memenuhi standar global, melainkan agar perekonomian nasional benar-benar kuat,” ujarnya. Menurut Edy, standar internasional kerap dijadikan instrumen untuk memberi tekanan ekonomi terhadap negara atau kawasan tertentu, sehingga ketahanan internal menjadi faktor kunci.

Pandangan serupa disampaikan peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Mervin Goklas Hamonangan. Ia menilai sistem keuangan global masih diwarnai hegemoni aset negara maju. Keputusan ekonomi negara-negara utama sering kali berorientasi pada kepentingan domestik mereka tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi negara berkembang yang relatif lebih rapuh.

“Keputusan yang diambil negara-negara utama berfokus pada kepentingan domestik tanpa menghiraukan dampak terhadap negara berkembang. Negara berkembang cukup rapuh,” kata Mervin. Ia menambahkan, tekanan keuangan kerap dimanfaatkan sebagai instrumen pengaruh geopolitik non-militer, terutama oleh negara yang memiliki posisi dominan dalam perdagangan global.

Namun, peneliti Departemen Hubungan Internasional di CSIS, M Habib Abiyan Dzakwan, menilai guncangan BEI kali ini lebih dipengaruhi faktor domestik dibandingkan geopolitik. Menurutnya, jika melihat kinerja bursa di kawasan, tekanan yang terjadi masih relatif sejalan.

“Kita harus menumbuhkan mental melihat ke dalam kalau ada apa-apa. Jangan biasakan kalau ada hal buruk menyalahkan faktor luar. Sementara saat ada hal baik menyatakan karena faktor dari dalam,” ujarnya. Meski demikian, Habib sepakat perlunya perbaikan tata kelola dan mekanisme mitigasi risiko jangka panjang secara menyeluruh, tidak terbatas pada sektor keuangan.

Dalam konteks tersebut, para pengamat menilai strategi penguatan fundamental domestik harus dilakukan secara lintas sektor. Stabilitas fiskal, reformasi struktural, peningkatan transparansi, serta penguatan kepercayaan investor menjadi kunci menjaga daya tahan ekonomi nasional.

Selain itu, keterlibatan diplomasi ekonomi juga dinilai penting. Habib menilai Kementerian Luar Negeri perlu lebih dilibatkan dalam upaya mitigasi risiko global, tidak hanya dalam momentum tertentu. Sinergi kebijakan ekonomi dan luar negeri diyakini dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tekanan global sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Jadi Bukti Program Prioritas Berorientasi Rakyat

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita