Menu ✖

Dark Mode
Program MBG Menjadi Fondasi Strategis Generasi Emas dan Pemerataan Ekonomi Nasional Peningkatan Kualitas MBG sebagai Investasi Gizi dan Pendidikan Karakter Anak Indonesia Mengapresiasi Pembenahan Tata Kelola MBG untuk Pelayanan yang Lebih Baik Dua Tahun Prabowo-Gibran, Perluasan MBG Perkuat Pemerataan Gizi di Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

Berita

Papua Jadi Fokus Penguatan Energi Nasional, Bioetanol dan Migas Digenjot

badge-check


					Papua Jadi Fokus Penguatan Energi Nasional, Bioetanol dan Migas Digenjot Perbesar

Jakarta – Pemerintah memperkuat agenda ketahanan energi di Papua melalui dua pendekatan utama, yakni pengembangan energi baru terbarukan berbasis komoditas pertanian lokal serta peningkatan investasi sektor hulu minyak dan gas bumi (migas).

Langkah ini dinilai penting untuk memperluas sumber pasokan energi nasional sekaligus mendorong kontribusi kawasan timur Indonesia dalam mendukung kebutuhan energi jangka panjang.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan komoditas pertanian di Papua yang berpotensi menjadi bahan baku energi terbarukan. Komoditas seperti singkong dan tebu dipandang dapat diolah menjadi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan target produksi bahan baku bioetanol nasional dari berbagai sumber, termasuk Papua, diproyeksikan dapat mencapai 300 ribu kiloliter (KL) per tahun.

“Kalau yang Papua itu, informasi yang disampaikan ke kami, targetnya adalah membuat 300 ribu kiloliter per tahun,” ujar Eniya.

Namun, Eniya menjelaskan bahwa pengembangan produksi bioetanol di Papua masih berada dalam tahap awal, dengan fokus pada pembibitan dan pengembangan tanaman sebagai fondasi penyediaan bahan baku.

“Tetapi kan bahan bakunya sekarang baru bibit, baru pembibitan yang diperbanyak, diperluas seperti itu, masih jauh sih. Kalau itu masih jauh,” tambahnya.

Selain Papua, pemerintah juga berupaya mengoptimalkan pasokan bahan baku bioetanol dari wilayah lain di luar Pulau Jawa. Kebijakan ini ditujukan agar produksi lebih merata dan biaya logistik dapat ditekan.

“Sumber di luar Jawa harus diperkuat, pabrik biotanol juga nanti harus banyak di luar Jawa. Karena kita menginginkan, nanti kan distribusi logistik segala macam itu sangat memakan biaya logistik tinggi. Nah pentahapannya itu ada di daerah yang ada sumbernya juga. Yang dimandatorikan itu di daerah yang ada sumbernya,” jelas Eniya.

Di sisi lain, penguatan ketahanan energi Papua juga didorong melalui investasi sektor hulu migas. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyatakan dukungan terhadap rencana investasi RH Petrogas Companies in Indonesia, yang diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus memperkuat penerimaan negara maupun daerah melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH).

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Daya, Suroso, berharap kegiatan usaha hulu migas tersebut dapat berjalan optimal.

“Kami berharap aktivitas usaha hulu migas Petrogas dapat berjalan baik. Jika produksi berjalan optimal, tentu akan berdampak pada penerimaan negara maupun daerah melalui skema bagi hasil migas,” pungkas Suroso. #

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG Perluas Jangkauan hingga Papua

8 October 2026 - 06:41

Pemerintah Perkuat Pengawasan Anggaran Tingkatkan Integritas Program MBG

8 October 2026 - 06:41

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Pemerintah Perluas Akses Gizi di Papua melalui MBG

8 October 2026 - 06:41

BGN Perbaharui PKS dengan Mitra Pengelola Dapur SPPG Demi Perbaikan Tata Kelola

8 October 2026 - 06:41

BGN Hadirkan 13 SPPG Baru untuk Perluas Jangkauan MBG di Papua

8 October 2026 - 06:41

Trending on Berita