Menu ✖

Dark Mode
Sinyal Ekonomi Menguat Menunjukkan Daya Tahan RI di Tengah Tekanan Global Sinyal Ekonomi Menguat Jadi Modal Menjaga Kepercayaan Pasar dan Rakyat Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi Sinyal Ekonomi Menguat, Aktivitas Manufaktur dan Ekspor Makin Bergairah Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

Berita

Prabowo Tegaskan Pelestarian Bangunan Bersejarah sebagai Fondasi Jati Diri Bangsa

badge-check


					Prabowo Tegaskan Pelestarian Bangunan Bersejarah sebagai Fondasi Jati Diri Bangsa Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pelestarian bangunan dan situs bersejarah sebagai fondasi jati diri bangsa di tengah percepatan pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan cagar budaya yang menjadi saksi perjuangan bangsa Indonesia.

“Bangsa Indonesia punya masa lalu yang pahit saat dijajah oleh kekuatan imperialis. Kala itu, rakyat pribumi diperlakukan sangat tidak manusiawi. Namun, bukti-bukti sejarah yang harusnya menjadi pelajaran bagi generasi muda kini mulai hilang satu per satu,” kata Prabowo, saat taklimat Rakornas kepala daerah, di Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Menurut Presiden Prabowo, bangunan bersejarah memiliki nilai strategis karena merekam perjalanan sejarah, pengorbanan, dan semangat perjuangan para pendahulu bangsa. Oleh sebab itu, upaya pembangunan nasional harus berjalan seimbang dengan perlindungan warisan sejarah.

“Pembangunan nasional tidak boleh menghilangkan bangunan bersejarah demi gedung atau pabrik. Pelestarian sejarah adalah bentuk penghormatan kepada para pejuang dan bagian dari menjaga karakter bangsa,” tegas Prabowo.

Presiden juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik dan investasi, tetapi turut bertanggung jawab dalam menjaga dan melindungi warisan budaya dan sejarah di wilayah masing-masing.

Presiden Prabowo menyoroti pembongkaran eks stasiun radio Bung Tomo di Jalan Mawar, Surabaya, padahal bangunan bersejarah tempat pidato 10 November 1945 tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkot Surabaya sejak 1998.

“Ke mana itu tempat-tempat bersejarah kita? Jangan sampai situs peninggalan sejarah hilang,” ujar Prabowo.

Pelestarian cagar budaya, memiliki peran penting dalam membangun kesadaran sejarah dan menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi muda. Dengan menjaga situs bersejarah, bangsa Indonesia dapat memastikan nilai perjuangan tetap hidup dan relevan di masa depan.

Presiden Prabowo menilai, pembangunan yang berkelanjutan harus berpijak pada kekuatan ekonomi, infrastruktur, serta pelestarian budaya dan sejarah. Sinergi tersebut diyakini akan memperkuat identitas nasional sekaligus memastikan pembangunan tidak kehilangan arah dan jati diri bangsa. [-RWA]

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sinyal Ekonomi Menguat, Inflasi Terkendali dan Manufaktur Kembali Ekspansi

9 October 2026 - 23:36

Sinyal Ekonomi Menguat, Aktivitas Manufaktur dan Ekspor Makin Bergairah

9 October 2026 - 23:36

Perlinsos 2027 Targetkan Bantuan Sosial Lebih Cepat dan Transparan

9 October 2026 - 23:36

Pemerintah Siapkan Perlinsos 2027 untuk Perkuat Akurasi Bansos

9 October 2026 - 23:36

Dua Tahun Prabowo-Gibran, HAM Diperkuat lewat Koordinasi Hukum yang Solid

9 October 2026 - 23:36

Trending on Berita